Kemarin tetanggaku -seorang bidan- datang ke rumah untuk mengambil baju yang dijahitkan. Kesempatan untuk tanya-tanya, pikirku. Kamis ini jadwal imunisasi Daud tapi kangmas tak bisa pulang untuk mengantar ke rumah sakit. Jadi kalau bisa imunisasi di bidan, tentu sangat memudahkan (plus lebih murah pasti).

Pertanyaan utamanya memang bukan "Bidan bisa mengimunisasi atau tidak?". Aku khawatir vaksin yang dimaksud di jadwal itu tidak dimiliki sang bidan. Jadi begitulah kutanya, "Bisa imunisasi tiga sekaligus tidak, Bu? DPT, Polio dan HiB?". Dan apa reaksinya?

Aku sudah memperkirakan kemungkinan sang bidan tidak punya persediaan vaksin HiB, tapi tidak mengharap pertanyaan "HiB itu apa?" dari beliau. Nah lho! Aku sempat bengong sebelum menjawab. "Ngg, HiB itu Haemophilus influenza tipe B". "Sepertinya (vaksinnya) cuma ada di rumah sakit ya?", tambahku cepat-cepat, takut dikira menggurui.

Sepertinya beliau pikir aku salah mengerti tentang ‘tiga’ yang kusebut, lalu bilang, "DPT itu kan sudah tiga; Diphteria, Pertusis, dan Tetanus?". "Mm, iya, tapi jadwal dari dokternya memang tiga: DPT, Polio, dan HiB", kataku sembari melempar ‘tanggung jawab’ ke dokter emoticon

Oh, tulisan ini tidak hendak menganalisa profesi atau kelayakan bidan. Mari kita bicarakan yang lebih penting: berkenalan dengan bakteri HiB.

Haemophilus influenza tipe B adalah bakteri yang sangat mudah menular, dan dikenal dapat menyebabkan meningitis, epiglotis (infeksi anak tekak), pneumonia, otitis media (radang saluran-tengah telinga), sinusitis, infeksi kulit dan tulang, dan lain-lain. Dan yang juga penting: TIDAK berhubungan dengan virus penyebab influenza, walau namanya agak mirip.

Sebelum adanya vaksin HiB, bakteri ini adalah yang paling sering menyebabkan meningitis (radang selaput otak) bakterial pada balita. Sekitar 60% infeksi HiB berujung pada meningitis, sebagian besar terjadi pada anak usia 18 bulan ke bawah. 5% bersifat fatal dan 15% penderita yang selamat mengalami kerusakan syaraf berupa tuli dan hancurnya kemampuan kognitif (intellectual impairment).

Bakteri ini menular melalui bersin, batuk, atau kontak dengan sekret pernafasan (you know; ingus), dengan masa inkubasi -mungkin- sekitar 2-4 hari. Gejala yang nampak adalah batuk, demam, menggigil, berkurangnya nafsu makan, mengantuk luar biasa, muntah-muntah, dan sakit kepala. Punggung atau leher yang kaku dapat menjadi pertanda awal.

Nah, kenapa bidan mungkin tidak menyimpan vaksin HiB? Karena selain tidak termasuk imunisasi wajib, harganya MAHAL! (jangan pakai takaran kantong yang pendapatannya 10jt sebulan!)

Vaksin ini mahal karena masih diimpor, -katanya- pabrik obat di Indonesia belum bisa membuatnya secara massal (ruah) supaya harganya menjadi murah. Dan harga mahal ini merupakan satu alasan kuat untuk belum diberlakukannya HiB sebagai imunisasi wajib di Indonesia (muter-muter ya?).

Eh ya, by the way emoticon (bahasa Indonesia nggak cool), harga vaksin HiB ini tidak kurang dari Rp. 180 ribuan. Vaksin HiB kombinasi dengan DPT (maksudnya kedua vaksin diproduksi dan terkandung dalam ampul yang sama) harganya lebih mahal. Apalagi HiB kombinasi DPaT (DPT gak pake demam, gampangnya, walau tidak menjamin anak tidak akan demam). Total dengan polio oral (imunisasi DPT selalu bergandengan dengan polio), bisa Rp. 300 ribuan.

Vaksin termahal? Bukan. Harga vaksin HiB tidak jauh beda dengan MMR (Measles, Mumps, Rubella; Campak, Gondongan, dan Campak Jerman). Kabarnya, vaksin pneumococcus (lupa merknya) untuk mencegah pneumonia lebih mahal lagi. Harganya? Rp. 800 ribu. Haduh haduh… Padahal, kasus pneumonia paling sering justru pada ‘kelas’ ekonomi bawah, yang lingkungan tempat tinggal dan pemeliharaan rumahnya kurang menjamin kehidupan yang sehat.

Taut sumber:

error
” HiB itu apa? “

66 thoughts on “” HiB itu apa? “

  • March 16, 2006 at 7:59 am
    Permalink

    pake yang HiB 2 kali atau 3 kali Ta? dulu Naila pake yang 3 kali, kombinasi dgn DPT. merk dagangnya ActHiB. ada yang cuma perlu dua kali, tapi di dokternya Naila ga ada.

    Reply
  • March 16, 2006 at 12:54 pm
    Permalink

    waduh…padahal aku niat anakku gak mau ku imunisasi HiB. kupikir cuma dianjurkan ini :D. tapi setelah baca postingan ini aku berubah pikiran ah…

    btw, di puskesmas cuma ada simultan Hep B + DPT

    lita:aku baru tahu di puskesmas bisa Hep B, hebat euy tempatmu lengkap yah. eh ini bukan Hep B yang 1,5jt itu ya?

    Reply
  • March 16, 2006 at 1:36 pm
    Permalink

    “Padahal, kasus pneumonia paling sering justru pada ‘kelas’ ekonomi bawah, yang lingkungan tempat tinggal dan pemeliharaan rumahnya kurang menjamin kehidupan yang sehat.” … barangkali udah saatnya ada vaksin generik ya… atawa di puskesmas (yg dulu sering dipandang sebelah mata, tp skrg sih gak ya, puskesmas deket ktr saya malah udah dpt ISO) udah ada?

    lita: untuk HIB dan MMR belum ada sepertinya, CMIIW. kalau disediakan di puskesmas, mungkin agak lama ‘habis’nya karena mahal dan jarang yang minta karena belum diwajibkan

    Reply
  • March 16, 2006 at 2:47 pm
    Permalink

    eh..Hep B yang saya maksud tuh hepatitis B, apa ada hep B yang lain?

    oiya, vaksin imunisasi wajib yg di RS dengan di puskesmas itu sebenernya sama gak sih? ko’ harganya bisa jauuuh pisan.

    lita: Hep B memang hepatitis B. Wajib/tidaknya suatu imunisasi ditentukan oleh satgas imunisasi Indonesia, jadi pasti sama antara yang di RS dan puskesmas. Bedanya ada pada ketersediaan vaksin yang belum diwajibkan.
    Tentang imunisasi hepatititis B 1,5jt-an itu, yang saya maksud adalah IgG (immunoglobulin gamma), kekebalan pasif berupa antibodi yang diberikan ke bayi baru lahir, diutamakan untuk yang ibunya memiliki ‘jejak’ hepatitis B.
    Setahu saya di Indonesia belum diwajibkan, jadi saya perkirakan tidak semua puskesmas punya.

    Yang mbak maksud bukan vaksin hep B yang diberikan pada 12 jam pertama kehidupan bayi baru lahir kan?

    Reply
  • March 16, 2006 at 10:50 pm
    Permalink

    wah…ck..ck..anak sekarang memang mahal biayanya…tapi gimana lagi…demi kesehatan kan 😀

    Reply
  • March 17, 2006 at 2:27 pm
    Permalink

    duh kok vaksinasi jaman sekarang banyak amat n mahal yah? coba waktu kita kecil ada gak tuh vaksinasi2 itu? dan kena sakit gak?

    Belom punya anak n belom punya gaji 10 jt

    Reply
  • March 18, 2006 at 7:38 pm
    Permalink

    andriansah
    Waktu kita kecil mungkin belum ada vaksin HiB dan MMR, tapi tidak berarti HiB dan MMR tidak ada kan?
    negara tetangga kita (Australia) telah melewati jaman epidemi HiB, dan pasti kita tidak ingin itu juga terjadi di sini. HIV dari Afrika dan SARS di Hongkong/Cina saja bisa sampai, mencegah tentu lebih baik.

    sampai saat ini, campak (measles) sudah memakan korban jutaan anak Afrika. setelah program vaksinasi campak berjalan, korban meninggal berkurang hingga setengahnya. Yang tidak sakit tentu beruntung, tapi yang divaksinasi pasti tidak rugi karena resiko sakitnya sudah berkurang jauh dan tidak lagi fatal.

    Dunia penelitian yang makin maju mengungkap lebih banyak penyakit yang mungkin jaman dulu hanya kita kenal sebagai ‘sakit keras’ (karena tidak tahu sebabnya). Dampaknya, pencegahan yang ditemukan juga lebih banyak. Dalam tahun-tahun ke depan vaksinasi akan semakin canggih dengan adanya vaksin kombo (yang isinya bermacam-macam virus dan bakteri dalam satu larutan).

    Jadi -menurut saya- selama dananya memadai, lebih mudah mengeluarkan biaya untuk vaksinasi daripada menderita lahir batin ketika anak terlanjur sakit 🙂 Kalau saat ini belum terjangkau, minimal yang wajib dulu.

    hehe.. kenapa saya jadi blogging di kolom komentar ya?

    Reply
  • May 11, 2006 at 6:53 pm
    Permalink

    H iB itu putra pertama mbak Lita tho? :p

    Reply
  • May 11, 2006 at 8:49 pm
    Permalink

    Indah
    Kan si iB belon haji 😆
    TOBAT kalo udah ngadepin garingnya si mbak yang satu ini mah.

    Reply
  • June 9, 2006 at 10:47 am
    Permalink

    Jadi -menurut saya- selama dananya memadai, lebih mudah mengeluarkan biaya untuk vaksinasi daripada menderita lahir batin ketika anak terlanjur sakit Kalau saat ini belum terjangkau, minimal yang wajib dulu.

    Tp mbak Lita, dana ada, tp klo dokternya ga mau suntik gmn?alasannya, itu metode luar negeri
    lalu saya jawab, apa bedanya dg luar negeri, toh jadwal jg menyarankan
    Dokter bilang, ya sudahlah bu itu metode luar negeri, pun klo DPT pake panas ga bisa pake HIB

    Nah????

    Reply
  • June 9, 2006 at 8:14 pm
    Permalink

    Wiwi
    Saya ingin berpendapat ala awam saja ya. Jadi mohon dimaklumi kalau kadar ilmiahnya sedikit.

    Setahu saya, ilmu kedokteran modern tidak berakar di Indonesia. Berkembang di luar Indonesia dan dipelajari dengan buku teks buatan luar negeri. Istilah yang dipakai pun berasal dari negara lain.

    Dengan kata lain, jika dokter itu menolak dengan dasar “karena metode imunisasi simultan (ini kan yang dimaksud ya?) berasal dari luar negeri”, maka dia meragukan rekan seprofesinya sekaligus meragukan keabsahan profesinya sendiri.

    Jika ingin menggunakan metode ‘dalam negeri’ yang asli, maka seharusnya dokter tersebut menyuruh mbak ke DUKUN. Hanya itu yang metode asalnya asli dalam negeri (Indonesia).

    Saran saya, jika mbak memang masih ingin bertahan dengan dokter yang sama, lain kali bawa artikel dari WHO. Alasan luar negeri menjadi tidak valid karena WHO menetapkan di negara mana dan kondisi bagaimana suatu aturan atau metode dapat diberlakukan. Jika tidak dirinci, maka peraturan berlaku pada seluruh negara pada kondisi normal.

    Artikel lain yang bisa dibawa adalah yang dibuat oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan satgas imunisasi Indonesia. Metode luar negeri atau bukan, kalau keduanya sudah memberlakukan atau merekomendasikan, berarti layak dan aman diterapkan di Indonesia.

    Bicarakan dan berdiskusilah baik-baik dengan dokter tersebut. Jika dokter tersebut masih ngeyel juga, saya sarankan cari dokter lain saja. Dokter yang mau bekerjasama, bersedia berdiskusi, dan menerapkan konsep RUD (rational use of drug).

    It takes two to tango. Dokter dan pasien berkedudukan sama sebagai partner, layaknya pasangan yang menari. Diperlukan kekompakan dan saling pengertian. Jika salah satu hendak jalan sendiri dan memaksakan, bukan menari namanya.

    Tidak mudah memang menemukan dokter yang berciri-ciri seperti yang saya sebutkan tadi. Sehingga dokter yang demikian biasanya akan di-favorit-kan oleh orangtua/pasien, dipertahankan sebisa mungkin karena partnership di atas pertimbangan biaya.

    Selamat berjuang, mbak Wiwi.

    Oh ya, DPT yang ‘pakai demam’ maupun yang ‘tidak pakai demam’ sama-sama bisa dikombinasikan dengan HiB kok, baik dalam bentuk kombo (satu larutan/suntikan) maupun biasa (dua larutan/suntikan terpisah).

    Reply
  • February 5, 2007 at 11:57 pm
    Permalink

    Beberapa waktu lalu anak temanku yang berusia 14 bulan meninggal karena terkena meningitis, tinggal 1 bulan lagi untuk vaksin HIB yang ke-4 (1-3 sudah).30 jam sebelum meniggal dunia anak ini masih sehat dan ikut jalan2 dengan oran tuanya.
    Anak pertama saya saat ini berumur 15 bln, waktunya untuk vaksin hib ke-4. Namun istri saya dapat informasi dari rekannya yang tidak memberikan vaksin hib pada anaknya dengan alasan tidak disarankan oleh WHO dan dapat menyebabkan autis pada anaknya.
    Saya butuh pencerahan nih mba, sepertinya anda expert banget nih. Tolong ya tanggapannya, and Terima kasih banyak.

    Reply
  • February 6, 2007 at 12:45 am
    Permalink

    Dody
    Wow, mas Dody, rekanan istri mas dapat informasi itu dari mana ya? Pasti bukan dari WHO. Coba kunjungi langsung bahasan WHO tentang HiB di sini dan di sini. Vaksinasi justru dianjurkan kok.

    Tentang autisme, sebagiannya bisa dibaca di blog ini juga (gunakan fasilitas pencarian dengan kata kunci ‘autis’).
    Semoga bisa membantu, ya.

    Oh ya. PENTING. Saya bukan expert, setidaknya kalau yang anda maksud adalah dokter atau tenaga medis. Tentang saya, bisa disimak di ‘about me’ 🙂

    Reply
  • April 13, 2007 at 6:34 pm
    Permalink

    Utk vaksin pneumococcal (IPD) yg dimaksud, merknya itu Prevena (keluaran dr Wyeth – produksi Glaxosmithkline). Mahal bangeeettt …

    Reply
  • April 13, 2007 at 6:40 pm
    Permalink

    mb. lita kok postingan saya gak nongol yak? apa yg salah nih?

    Reply
    • April 13, 2007 at 9:54 pm
      Permalink

      Tidak ada yang salah, kok. Pengunjung yang baru pertama kali meninggalkan komentar di sini (nama & email) akan ditahan dulu (dimoderasi). Sebagai penyaring dari spam 🙂
      Maaf, tidak ada pemberitahuan bahwa komentarnya masuk moderasi.

      Koreksi sedikit: Prevnar.
      Sebetulnya saya sengaja tidak menyebut merek. Karena tahu ada kemungkinan banyak yang ‘tersasar’ dari Google ke sini 🙂
      Iya, muahaalllnya ya 😀

      Reply
  • August 19, 2007 at 10:28 pm
    Permalink

    1 tahun yang lalu gw nanya ttg vaksinasi, dan sekarang gw bingung dengan vaksinasi, karena udah ada Qilla ku 🙂

    Setelah disuntik HiB apa yang bakal terjadi bagi si bayi? apakah panas? tadi googling kok ada yang bilang panas sampe 3 hari, apakah benar?

    thanks

    Reply
    • August 20, 2007 at 6:41 pm
      Permalink

      Kemungkinan 1:20, anak akan demam. Bisa berlangsung 1-3 hari.

      Juga tergantung apakah diberikan dengan vaksin lain atau tidak.
      Kalau pakai vaksin kombo, seperti tetrac atau infarix, yang digabung dengan DTP, lebih besar kemungkinan demam.
      Tapi yang lebih memicu demam adalah DTP, bukan HIB-nya.

      Selain itu, 1 dari 4 anak akan mengalami kemerahan atau sedikit bengkak di daerah suntikan. Tidak selalu.
      Informasi untuk vaksin lainnya ada di sini, mas: http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/vis/default.htm
      Semoga ngga bingung lagi, ya 🙂
      Ikut PESAT atau gabung milis Sehat aja, gimana?

      Reply
  • August 22, 2007 at 11:06 am
    Permalink

    hebaaattt..
    setelah susu + ASI, sekarang giliran imunisasi di’babat’… 🙂
    TOP TOP..
    btw Bu, “taut sumber” itu apa sih ?
    Link yang pertama gak bisa dibuka tuh….

    Reply
  • September 4, 2007 at 10:32 am
    Permalink

    Lita,

    Mo tanya yaa. Maap kalo udah berulang2.
    Si kembar (ampir 10 bulan) sama sekali blon HiB krn DSA nya mau nya pas usia 10 bulan dan hanya 1 kali aja.
    Gimana jadwal catch up nya yaaa.. Apakah harus tetep 3 kali? Krn kalo iya aku mau ganti dokter aja.

    Thanks alot yach.
    Olive

    Reply
    • September 4, 2007 at 11:06 am
      Permalink

      Menurut jadwal IDAI tahun 2006, HIB diberikan di bulan 2, 4, dan 6, lalu nanti antara bulan 15-18 diberikan dosis ke-4 (terakhir).
      Kalau belum diberi HIB samasekali, berdasarkan umur 10 bulan saat ini, jadwalnya jadi: dosis 1 secepatnya (sebelum 12 bulan), dosis 2 sebulan kemudian, dosis 3 sebulan sesudah dosis 2, dosis 4 2 bulan sesudah dosis 3.
      Kalau langsung jadi begini: 1-September, 2-Oktober, 3-November, 4-Januari.
      Tapi ada kemungkinan juga dosis ke-4 ditiadakan, kalau dosis ke-3 diberikan di umur >12 bulan (setelah November).

      Dosis catch up yang cuma sekali berlaku kalau diberikan >15 bulan, dengan catatan anak akan ‘terbuka’ terhadap infeksi HIB sampai saat itu tiba.
      Semoga membantu, ya.

      Reply
      • March 28, 2008 at 1:18 pm
        Permalink

        aduh, aq lebih parah lagi dari mb olive, anaku (14 bulan) belum imun hib. Gimana ya solusinya mb lita? thaks

        Reply
        • March 28, 2008 at 3:08 pm
          Permalink

          Masih bisa kok, mbak.
          Kalau diberikan di usia 14 bulan ini, ada jarak 8 minggu dengan dosis keduanya (dosis terakhir).
          Tapi kalau diberikan di usia 15 bulan atau lebih, itu satu-satunya dosis.

          Mungkin dokter punya saran yang berbeda (tentang bulan), tapi harusnya tidak jauh karena yang saya gunakan adalah panduan dari CDC.
          Semoga membantu, ya 🙂

          Reply
  • October 26, 2007 at 3:12 am
    Permalink

    suamiku meninggal karena kanker hati yang baru ketahuan pada stadium lanjut…23 hari yang lalu… skrng anakku baru 4 bulan n sudah mendapat 2 kali imunisasi hepatitis B, apa anakku perlu check up ya walau dia sudah mendapat imunisasi hepatitis b, informasi aja anakku mendapatkan imunisasi hepatitis b pertama 20 hari setelah dilahirkan

    Reply
  • October 26, 2007 at 7:37 am
    Permalink

    @ Turini:
    Mbak sendiri sudah memeriksakan diri, belum? HBsAg dan HBeAg?
    Yang paling menentukan adalah penularan vertikal dari ibu ke janin. Jadi sekalipun ayah menderita hepatitis, untuk bayi baru lahir, status ibu yang dominan.

    Berikut ini kutipan dari buletin pediatri (http://www.pediatrik.com/buletin/06224114304-s45flw.pdf):

    Dilakukan pemeriksaan anti HBs dan HbaAg berkala pada usia 7 bulan (satu bulan setelah penyuntikan vaksin hepatitis B ketiga), 1, 3, 5 tahun dan selanjutnya setiap 1 tahun

    Dikonsultasikan dengan dokter anaknya, mbak, untuk merencanakan pengamatan selanjutnya. Semoga ananda sehat-sehat saja, ya. Peluk cium dari saya, semoga semua ditabahkan 🙂

    Reply
  • March 3, 2008 at 10:48 am
    Permalink

    mbak, anak saya usia 5 bulan belum imunisasi Hib kata bu bidan (posyandu) belum terlambat imunisasi tsb. katanya 1 th biar hasil max imun.tsb dpt dilakukan 3x dan mengingat anakku yg umurnnya 5 bln gak pa-pa ya mbak kalo imun Hib ak jalankan sesuai saran bidan tsb. trims

    Reply
    • March 3, 2008 at 11:10 am
      Permalink

      Bidannya betul, mbak 🙂
      Kalau usia saat seri HIB akan dimulai belum 1 tahun (tergantung usia saat ini), 3 kali ditambah 1 kali antara 1-2 tahun sebagai booster (tambahan/penguat).
      Selamat imunisasi, ya 🙂

      Reply
  • August 25, 2009 at 1:10 am
    Permalink

    mba setlah bc tulisan mengenai hib,sy sdkt mengalami pencerahan.anak sy bulan dpn umur 7 bln dan rencana akan di vaksin hib 1,sengaja tidak sy gabung dng DPT. tp sy msh ragu2x sbb bnk artikel yg memuat vaksin hib bisa memicu autis.

    Reply
  • January 7, 2010 at 4:12 pm
    Permalink

    Anak saya udah mau 1 tahun belum dapat vaksin Hib karena dokter tidak pernah menganjurkan. Waktu imunisasi campak (9 bulan), saya tanyakan ke dokter mengenai vaksin Hib, kata dokter nanti saja pada saat usia 1 tahun, karena vaksin Hib untuk usia di atas 1 tahun cukup 1 kali diberikan. Benar ngga sih? Karena tiap kali saya browsing internet, informasi yang saya dapatkan vaksin Hib minimal diberikan 2 kali. Trus gimana dong kalau anak saya sudah setahun belum dapat vaksin Hib?

    Reply
  • January 8, 2010 at 2:19 pm
    Permalink

    Terima kasih banyak, Bu Lita 🙂

    Reply
  • January 22, 2010 at 12:59 pm
    Permalink

    bayiku skrg usia 6 bulan sudah diimunisasi DPat,Polio dan Hib sudah 3x berturut-turun pake yg gak panas,dibidan…total harganya paket DPaT,Hib,polio = 480.000 rupiah termasuk murah apa mahal sih?

    Reply
  • March 1, 2010 at 3:38 pm
    Permalink

    mbak saya mau tanya, karena saya kan org awam masalah ke dokteran.
    anak saya sudah saya suntik HIB kombinasi.
    emangnya HIB itu harus berapa kali ?? kalau cuman 1x boleh apa gak?
    dan apa efeksampingan dari suntikan HIB 1x saja ??
    jujur karena ekonomi saya juga kurang mendukung.
    saya juga dengar dari teman bahaya nya suntik HIB, katannya bisa menyebabkan autis ?? apa benar ??
    HIB harusnya berapa kali & di umur berapa saja ??
    makasih atas jawabannya.

    Reply
  • March 1, 2010 at 4:36 pm
    Permalink

    anak saya sekarang 4 bln lbh, waktu suntik HIB umur 3 1/2 bln.
    umur ini termasuk terlalu cepat apa emang sudah waktunya.

    makasih

    Reply
  • May 22, 2010 at 2:14 pm
    Permalink

    mau nanya mbak: imunisasi IPD jenisnya ada 2 ya?Prevenar untuk bayi usia dibawah2 tahun dan Peumo23 untuk anak usia diatas 2tahun…. yang mau saya tanyakan apa kedua jenis imunisasi tersebut harganya sama ya?denger2 harganya berkisar 800ribu tapi unutk jenis prenvenar…kalau jenis Pneumo23 harganya berapa ya? thx ya mbak atas infonya…

    Reply
  • June 14, 2010 at 4:21 pm
    Permalink

    Mbak anak sya umurnya udh 4 bulan tp baru 1 x imunisasi hepatitis b, sebaiknya kpn ya sya lakukan imunisasi hepatitis b yg ke 2,,berhubung telat sya bingung, thx ya mbak atas infonya..

    Reply
  • July 12, 2010 at 8:43 am
    Permalink

    beberapa waktu lalu anak saya imunisasi yg seharusnya Hb. tapi dokter salah mengerti,jadi diberi vaksin Hib, saat mau bayar di kasir RS, saya terkejut-kejut karena harganya nyaris 400ribu-an, dan masih ada jadwal untuk bulan depan :(……….tp saya jadi tahu, kenapa imunisasi wajib dan harus itu berbeda harga. semoga pemerintah bisa memproduksi vaksin yang masih impor sehingga bisa tercapai oleh kita yang termasuk ekonomi menengah.

    Reply
  • July 15, 2010 at 11:09 am
    Permalink

    Ass Mbak Lita. Mohon bantuannya Mbak saat ini saya sedang bingung. Umur anak saya Tgl 22 Juli 2010 ini tepat 6 bulan, dan mau imunisasi DPT3. Waktu Umurnya 2 bulan ia imunisasi DPT1 gabung hib1 (yg hrgnya agak mhl). Waktu umurnya 4 bulan krn sy blm plg krj jd orang tua saya bw anak saya ke bidan lain untuk imunisasi DPT2, tp yang murah dan nggak digabung dengan hib2. Jd bagaimana mbak, bentar lagi saya mau imunisasikan anak saya DPT3 gabung dgn hib, tapi hib2nya blm? jd bgmn mbk. Apakah boleh DPT3+hib2? Dan kapan lagi jadwal untuk hib berikutnya. Makasih mbak sebelumnya.

    Reply
  • July 19, 2010 at 8:15 am
    Permalink

    mb…mo nanya ttg Hib ya…

    My son 15 bln, menurut jdwal imunisasi dan bbrp literatur umur 15 bln jdwalnya imunisasi Hib-4, tp kmrn pas sya bw ke Dokter untuk imunisasi, perawatnya bilang : ” Mb Hib-4 itu combo cm DPT + Polio-4, Imunisasi DPT+polio skalian ya?” Krn setahu saya DPT+Polio-4 itu usia 18 bln, saya pending imunisasinya.
    Sebenarnya Hib-4 itu usia brp ya?emng hrs di combo sm DPT+Polio-4? ato gak masalah misal saya imunisasi Hib-4nya di usia 18 bln?

    Terima kasih

    Reply
  • July 23, 2010 at 10:12 pm
    Permalink

    mbak, apa sudah pernah baca buku “Deadly Mist” Jerry D.Gray terbitan Sinergi (kelompok Gema Insani)? kalau sudah saya minta pendapat mbak. makasih

    Reply
  • July 25, 2010 at 10:01 am
    Permalink

    Mbak Ulfah, combo itu tidak harus, tapi akan memperjarang pertemuan dengan dokter/tempat pelayanan kesehatan, yang -biasanya- banyak orang sakit. Memperkecil paparan anak terhadap orang sakit lebih banyak keuntungannya, bukan? Jadi ketimbang dua kali datang dalam jangka waktu tertentu, dijadikan satu kali kedatangan saja, injeksinya 2.

    Tentang jadwal, mohon lihat link yang saya berikan di komentar sebelumnya, ya. Scroll sedikit ke atas tidak menyulitkan, kok 🙂
    Juga untuk mbak Kurnia Sari dan mbak Nana.

    Mbak Tia, saya belum membaca buku itu.

    Mbak Yenny maaf saya tidak tahu harga vaksin tersebut.

    Reply
  • August 21, 2010 at 10:55 pm
    Permalink

    mau tanya dong soal HIBI
    anak saya sekarang berusia 16 bulan. terus baru diimunisasi HIB dua kali.Apa pengaruhnya kl imunisasi HIB tidak dilanjutkan? apakah sangat membahayakan untuk anak saya nantinya? apakah ada saran, dilanjutkan at tidak usah? mohon ada yg jawab secepatnya.

    Reply
  • September 24, 2010 at 10:48 pm
    Permalink

    aku barusan melakukan imunisasi untuk anak saya ke dokter anak (HIB+DPTdan Folio) yang tidak menyebabkan panas (demam) biaya vaksin Rp 340.000 dan jasa dokter 100.000. jadi total 440.000 untuk biaya sekali imunisasi, karena vaksinnya di impor, begitu menurut keterangan dokternya

    Reply
  • January 24, 2011 at 1:50 pm
    Permalink

    Mba Lita,
    Senang sekali baca ulasan2 mba lita, yg semuanya bisa dipertanggungjwbkan secara ilmiah. Kebetulan krn profesi saya sbg peneliti, maka saya juga “nyambung” baca ulasan2 Mba Lita.
    Saya sgt concern mengenai hub antara vaksin HiB dg penyebab autisme. Awalnya agak was2 juga, bahkan langsung browsing ulasannya di internet. Namun dari hasil penelusuran, memang blom terbukti secara medis. Bahkan sampai skr, penyebab autis juga belom diketahui secara pasti.

    Anak saya skr sudah 2 bulan, mendapatkan imunisasi DPT Combo pertama (+Hib+polio) tgl 14 Jan kmrin. Mestinya diulang lg bulan berikutnya. Tapi dokternya menulis jadwal tsb pada tanggal 28 Feb 2011. Artinya sebulan lebih 2 minggu. Apakah tidak apa2 dg jadwal tsb?
    Terima kasih Mba Lita.
    Salam.

    Reply
    • January 24, 2011 at 1:59 pm
      Permalink

      Insya Allah tidak apa-apa. Kalau terlalu dekat, dikhawatirkan hasilnya kurang optimal. Mundur 2 minggu tidak terlalu signifikan, kok 🙂

      Reply
  • February 10, 2011 at 8:05 am
    Permalink

    Mba Lita,

    Mba lita anak saya berusia 8 bulan baru di vaksinasi HIB 1 kali. Suami saya pernah baca artikel di internet yang mengatakan klo vaksinasi hib hanya menyebabkan anak menjadi autis makanya sampai sekarang suami saya melarang anak saya untuk di vaksinasi HIB. Yang saya ingin tanyakan bisa ga ya vaksinasi HIB hanya dilakukan 1 kali?… Terus apa efeknya?

    Terima kasih
    –ai–

    Reply
    • February 13, 2011 at 3:31 pm
      Permalink

      Mbak Ai,
      Tulisan tentang vaksinasi & autisme sudah dibahas banyak disini. Bisa pakai fitur ‘search’ di kanan atas.

      Tentang dosis. Yang namanya dosis, fungsinya akan maksimal jika pemberian & waktunya sesuai.
      Jika tidak ya perlindungannya tidak maksimal. Itu saja 🙂

      Reply
  • April 21, 2011 at 6:17 pm
    Permalink

    Mba, mau tnya ney stelah bc smua ulasan ttg Hib mlh sy jd mrasa brsalah bnget, anak sy sdh 18 bln br mau sy br HIB skalian booster dpt n polio,, gmn ney mba? Apa msh ada ksmpatan?

    Reply
  • July 14, 2011 at 11:26 am
    Permalink

    mba,sy mau tnya anak sya 2 bln udah dksh vaksin folio 3 x karna petugasnya salah,hrusnya vaksin DPT combo sja krn vksin folio sdh dberikan 3hr sblumnya..dampaknya apa ya mba krn pemberian vaksin folio yg jangka waktu dri vaksin folio ke2 dan ke3 hanya 3hri

    Reply
  • August 10, 2011 at 2:16 pm
    Permalink

    alhamdulillah anaku dpt HIB. memang imunisasi ini, yg tdk wajib sangat perlu di informasikan dan di sosialisasikan, bayi2 yg lahir di bidan ato klinik kurang mendapat informasi ttg HIB ini. kebetulan anak saya lahir di Dr. Oen Solo Baru jadi otomatis Dr sdh menjadwalkan semua imunisasi yang di perlukan.

    Reply
  • August 21, 2011 at 10:23 pm
    Permalink

    Ass.
    Mb mo nanya bisa vaksin DPT,POLIO,HiB,Pneumokokus. Bisa di lakukan bersamaan. Tolong di bls

    Reply
  • October 27, 2011 at 12:05 pm
    Permalink

    mbak lita, mau tanya dong… anak saya umur 4 th 4 bulan belum pernah imunisasi mmr & hib. masih bisa gak di imunisasi ? klo simultan bisa gak ? tks yaa… -mia-

    Reply
  • January 4, 2012 at 11:58 am
    Permalink

    Perlukah imunisasi HiB?? kalo DPT & Polio Udah 3 kali,, trus mau imunisasi HiB aja boleh gak yaa?????? trims

    Reply
  • January 9, 2012 at 9:12 am
    Permalink

    mb lita
    anak saya sekarang 4 bulan bln pas usianya 3 bln kemaren sudah saya imunisasi hib1, klo untuk imunisasi hib2 saya berikan pada usia ke 5 bulan bagaimana mb apa ada efeknya sampingnya..?bermasalah atau tidak klo seperti itu ?

    Reply
  • February 20, 2012 at 1:49 pm
    Permalink

    makasih atas infonya,,,,

    Reply
  • April 19, 2012 at 11:20 am
    Permalink

    mba.skr baby ku usiany 5bln.imunisasi yg wajib sdh se,mua.tinggal nnt yg 9 bln campak.aku pgn imunisasi hib.krn d bidan tak ada.aku dsuruh k DSA.gpp ya.kl imunisasi selanjutnya k DSA.g akan jd komplikasi imunisasi ya mba???

    Reply
  • May 31, 2012 at 9:47 pm
    Permalink

    Anaknya cowok umur 7bln.br kmrn rabu sore imun tetra HIB3(DPT) & polio4.waktu yg ke 1 & 2 gak ada demam.tp yg ke 3 ini bekas suntikannya bengkak & d sekitar bengkaknya itu merah & terasa hangat.ketahuanya baru td kamis siang.kira2 kenapa ya?apa ada yg perlu d kawatirkan?tlg d bls ya mbak.niatnya klo sampe bsk siang msh bengkak mau ke klinik d tanyain.mhn balasanya & makasih bnyk infonya

    Reply
  • May 31, 2012 at 9:51 pm
    Permalink

    Anak saya cowok umur 7bln.br kmrn rabu sore imun tetra HIB3(DPT) & polio4.waktu yg ke 1 & 2 gak ada demam.tp yg ke 3 ini bekas suntikannya bengkak & d sekitar bengkaknya itu merah & terasa hangat.ketahuanya baru td kamis siang.kira2 kenapa ya?apa ada yg perlu d kawatirkan?tlg d bls ya mbak.niatnya klo sampe bsk siang msh bengkak mau ke klinik d tanyain.mhn balasanya & makasih bnyk infonya

    Reply
  • July 24, 2012 at 10:02 am
    Permalink

    tanda tanya yg paling besar dibenakku, 2 hr yang lalu anak saya lahir perempuan, kata dokter lahiran harus operasi, pas siap lahir anak saya wajib dapat vaccine( saya ga tau namanya vaccine apa) yang harga nya Rp. 2.700.000 kt dokter, karena ibunya punya penyakit hepatitis B. memang ada harga vaccine segitu mahal ya Mbak? trus vaccine apa sih nama nya? terima kasih ya Mbak atas keterangannya, saya tggu…..

    Reply
  • August 2, 2012 at 1:15 pm
    Permalink

    Ass
    Hari ini (2/8) anak saya imunisasi campak di usia 9 bulan lebih,
    kemudian saya konsultasi tentang Hib karena anak saya belum dapat
    sama sekali, kata DSAnya belum terlambat & di beri jawdal s/d Hib3
    denga range Hib1(1/9)=usia 10bln lebih, Hib2(3/11)=usia 12bln lebih
    dan Hib3(1/13)=14bln lebih, apakah tidak ada masalah dengan jadwal
    dan usia anak saya? dan perlukah Hib4 diberikan?
    Terima Kasih say a tunggu jawabannya…

    Reply
  • August 2, 2012 at 1:19 pm
    Permalink

    Ass
    Maaf jadwal saya perjelas lagi (Skrg usia 9bln lebih)
    Hib1 (1/september)=usia 10bln lebih, Hib2 (3/November)=usia 12bln lebih dan Hib3(1/Januari)=14bln lebih, apakah tidak ada masalah dengan jadwal dan usia anak saya? dan perlukah Hib4 diberikan? Terima Kasih saya tunggu jawabannya…

    Reply
    • August 5, 2012 at 7:33 am
      Permalink

      Alaykum salam bu Anis,
      Ibu sudah konsul ke DSA kan ya, dan menurut beliau blm terlambat, jadi silakan diberikan.
      Kalau dirasa 3 dosis sudah mencukupi (dengan pertimbangan usia), yg keempat mungkin jadi booster saja shg tidak beliau masukkan dalam jadwal.
      Itu pendapat saya pribadi. Dipastikan lagi ke DSA tersebut juga beliau pasti bersedia.
      Maaf baru saya balas ya, bu.

      Reply
  • August 21, 2012 at 8:30 am
    Permalink

    bu… anak saya udah 2x imunisasi hib (umur 2 bln dan 4 bln). sekarang anak saya udah 9 bulan tapi belum imunisasi hib yang ke-3 padahal jadwalnya kan usia 6 bulan untuk hib yg ke-3. mau tanya apa msh bisa untuk imunisasi hib yg ke-3? klo bisa sebaiknya kapan? soalnya kan jadwal juga untuk imun campak. mohon bantuannya.

    Reply
    • August 22, 2012 at 7:01 pm
      Permalink

      Masih bisa, insya Allah. Secepatnya, karena imunisasi HiB adalah perlindungan semasa kanak-kanak, saat paling rentan terinfeksi.
      Imunisasi campak bisa ambil MMR saja, untuk perlindungan dari gondongan dan rubella.
      HiB bisa simultan dengan MMR, menurut jadwal imunisasi 2012 dari IDAI.
      Link tentang imunisasi simultan bisa dilihat di sini.
      Jadwal imunisasi dari IDAI bisa dilihat di sini.

      Reply
  • April 30, 2018 at 6:52 pm
    Permalink

    Informasinya bermamfaat sekali,sehat itu emang mahal,makanya jaga kesehatan sebelum datang sakit.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.