Melek ala Ricky Jo

Soal Extra Joss. Kalau Priyadi tertarik pada label peringatan yang hanya ditayangkan selama 1/5 detik, saya lebih tertarik pada iklannya yang paling baru.

Resep menikmati Extra Joss ala Ricky Jo. Ingat?

Extra Joss, dimasukkan ke teh panas, tambah madu.

Hehehe… iklan yang sangat menarik dan bikin saya jadi ngikik sendiri. Lha, isi Extra Jossnya yang ada tinggal kafein dan taurin dong, vitaminnya buyar semua terguyur panas.

Ah, gak penting. Toh yang dicari adalah yang bikin melek, ya si taurin plus kafein itu toh? :mrgreen:

*mode iseng, lagi nulis posting dengan topik serius tapi gak selese-selese*

31 Comments

  1. dental

    July 3, 2006 at 1:51 pm

    Extra Joss katanya minuman buat kuli, bener gak sih? ;))

  2. Aswad

    July 3, 2006 at 2:02 pm

    Iya, kata teman saya juga. Minuman suplemen kayak gitu ga nambah energi. Cuma ‘memaksa’ tubuh memproduksi energi lebih banyak. Kalo terlalu sering ‘dipaksa’ tubuh bisa ngambek juga lho…

  3. Eka

    July 3, 2006 at 2:08 pm

    saya pernah dapet email dari temen yang bilang kalo ada minuman sejenis itu (isi “action” & “energy drink” kayaknya namanya) adalah salah satu minuman or obat2an yang berbahaya karena prosentase PPAnya > 15% (walopun gak ngerti, tapi bikin saya gak berani juga nyoba minuman sejenis), makanya saya gak pernah minum minuman begituan walopun saya harus struggle ma mata ngantuk pas nonton bola

  4. Rani

    July 3, 2006 at 2:53 pm

    hehee iya gimana ya supaya tulisan ga mengalami kementokan? terjadi bottleneck antara otak dengan komputer yg diakibatkan oleh kurangnya waktu dan tenaga utk begadang.

  5. Mbilung

    July 3, 2006 at 3:24 pm

    *mode iseng, lagi nulis posting dengan topik serius tapi gak selese-selese*
    Lha yang ini juga serius kok Mbak, bermanfaat ini.
    Oh iya, saya sekarang di Tokyo sudah pindah dari UK. Sekarang di UK nya cuma sebulan-dua bulan dalam setahun.

  6. Lita

    July 3, 2006 at 6:57 pm

    Dental
    No comment ah, takut ditimpukin orang :mrgreen:

    Aswad
    IMO, sebenarnya term ‘menambah energi’ juga kurang tepat. Vitamin B yang terdapat dalam minuman itu fungsinya kan untuk membantu metabolisme karbohidrat. Jadi kalau nggak makan ya nggak ada energi juga.

    Eka
    PPA? Purified Phosphoric Acid? Hmmm…

    Rani
    Iya nih, ide banyak tapi waktu kurang. Pas yang diangon (baca: anak) udah tidur, akunya juga ngantuk atau udah kecapean. Mo begadang malah makin kacau besoknya.
    Dilema ibu yang nyambi jadi blogger hihihi…

    Mbilung
    Hehe… buat saya ini level ‘selingan’, jadi bahasa yang dipakai ya kurang serius.

    Ooo gitu toh. Lha kirain saya yang sok tau, menyimpulkan semena-mena dari nomer IP yang pakde pake :mrgreen:

    Priyadi
    Whew… serem banget hasil penelitiannya yak :p

  7. benisuryadi

    July 3, 2006 at 8:13 pm

    mangkanya, minum jangan yang buat otot saja, buat otakjuga
    hehhee..iklan =p

  8. aldi

    July 3, 2006 at 9:23 pm

    jadi antara extra joss atau kopi? mending kopi dong? πŸ˜›

  9. noize

    July 3, 2006 at 9:40 pm

    teh anget aja udah cukup, ga usah ditambahi neko-neko πŸ˜›

  10. kenji

    July 3, 2006 at 10:03 pm

    wah kasihan sekali… tikus2 putih lucu menjadi korban percobaan… Sekali2 dicobain ke kucing kali ya πŸ˜€

  11. kenji

    July 3, 2006 at 11:36 pm

    buat eka, dari http://www.jatim.go.id/news.php?id=2935

    Saat ini masyarakat di Jawa Timur dibuat resah akibat adanya selebaran (edaran) gelap. Selebaran ini berupa Surat Keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (SK BPOM) Republik Indonesia yang melarang mengkonsumsi 10 item obat-obatan di seluruh wilayah hukum RI. Dalam SK ini juga dicatut nama Kepala Badan POM, Drs H Sampurno MBA. Tetapi anehnya, tidak disebutkan nomor dalam SK tersebut, kapan dikeluarkan, tanpa kop surat yang resmi (tidak ada stempel/logo BPOM) dan tidak ada tanda tangan Kepala BPOM bersangkutan.
    Kesepuluh obat ini adalah Paramex (produksi PT Konimex), Inza (PT Konimex), Inzana (Konimex), Contrex dan Contrexyn (PT Tempo Scan Pacific), Hemaviton Energi Drink (Tempo Scan Pacific), Hemaviton Action (Tempo Scan Pacific), Bodrex dan Bodrexyn (Tempo Scan Pacific), Natur E (PT Wigo Hoslab), Super Tetra (Wigo Hoslab) dan Stop Cold (Wigo Hoslab).
    Dalam SK tersebut, pihak yang tidak bertanggung jawab dalam edarannya menyebutkan bahwa 10 item obat-obatan tersebut jumlah prosentase PPA-nya lebih dari 15% dan telah menimbulkan bencana kematian sebanyak 13 orang di Cianjur, dua orang di Palangkaraya, 15 orang di Palu dan 20 orang di Jayapura akibat meminum obat ini. Selain itu obat-obatan tersebut juga mengandung racun yang amat berbahaya bagi produksi dan reproduksi tubuh manusia sehingga dapat mengganggu kualitas sperma dan sel telur. Dari data ini bisa kita lihat bahwa di selebaran tidak disebutkan secara persis atau detailnya korban yang meninggal, tidak jelas identitasnya dan berapa obat yang dikonsumsi. Jangan-jangan overdosis?
    Oknum ini juga menebar isu bahwa obat-obatan ini tidak bisa dikembalikan ke distributor atau pabriknya apabila rusak dan itu berbahaya bagi pembeli yang mengkonsumsinya. Juga disebutkan dalam edaran itu, obat-obatan tersebut telah diproduksi secara tidak higienis di pabriknya.
    Ketika Jatim News Room mengkonfirmasi berita tersebut ke Balai Besar (BB) POM Surabaya, sayangnya Kepala BBPOM Surabaya tidak ada di tempat, melainkan berada di Bali untuk menghadiri perayaan Ngaben (orang tua perempuan meninggal). Tetapi, setelah menemui salah satu petugas di Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BB POM, Jl Karangmenjangan Surabaya, (3/1) didapatkan kesimpulan bahwa selebaran gelap ini pernah mencuat kali pertama di Jakarta pada 15 April 2003. Tetapi medium yang digunakan oknum menggunakan teknologi internet.
    Ketika itu, Kepala BPOM melalui Kepala Biro Hukum dan Humas Dra Sri Liring DS menegaskan, bahwa berita itu tidak benar dan bersumber dari orang yang tidak bertanggung jawab. Bantahan ini dikirimkan ke Harian Kompas, Republika, Bisnis Indonesia, Media Indonesia dan Suara Pembaruan dalam suara pembaca.
    Sedang, petugas ULPK BB POM Surabaya yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan, pada 30-31 Desember 2004 lalu, sebuah apotek di Sidoarjo dan Klinik Indofood Pasuruan juga menerima selebaran tersebut. Ò€œMereka yang melapor ke ULPK BB POM Surabaya pada umumnya tidak tahu edaran tersebut dari mana. Ò€œKami langsung mengirimkan faksimili bantahan dari BPOM pusat dan mengatakan berita tersebut tidak benar,Ò€ ujarnya.

  12. hericz

    July 3, 2006 at 11:51 pm

    Lumayan ada madunya, jadi tetap ada tenaganya tho mbak. Lha kalau minumnya pake Es kan nggak asyik.

    Lagipula, ekstrajos kan nggak laku kalao pada nonton malem-malem. Mending ngupi.

  13. ebonk

    July 4, 2006 at 1:16 am

    Taurin, kafein dan nikotin memang paduan yang enak. Dasar gw, kalau ngantuk ya teteup aja pelor..

  14. Irma Citarayani

    July 4, 2006 at 7:48 am

    duu..yang selingan aja bisa kaya gini yak..gimana yang serius..emang deh, ibu ini top bgt πŸ˜€

  15. Lita

    July 4, 2006 at 9:18 am

    Benisuryadi
    Naturade, maksudnya? Bener gak ya senyawa-senyawa yang disebutkan itu ‘vitamin otak’?

    Aldi
    Hehehe, itu tergantung selera pribadi kayanya. Yang mengandung kafein tidak hanya kopi, kok.

    Noize
    Seringkali teh itu selain jadi stimulan, juga jadi penenang. Bikin badan jadi rileks, dan lebih nyaman buat tidur πŸ˜€

    Kenji
    Nah ini, yang emang punya dendam pribadi ama kucing. Urutannya memang ke hewan dulu sebelum ke manusia kan? Ntar kalo langsung dicobakan ke manusia, dibilang nggak berperikemanusiaan πŸ˜€

    Kalo yang disebutin Kenji ini, PPA yang lain lagi. Phenylpropanolamine. Obat pilek.

    Hericz
    Maksudmu? Nonton bola mending pagi aja, pas siaran ulangan biar extra joss laku?
    *gak mudeng aku*

    Ebonk
    Efek 3 barang itu ke tubuh memang sifatnya individual. Aku sendiri, mau teh atau kopi, kalau emang ngantuk dan pengen tidur ya jadinya tidur juga. Hihihi…

    Aku punya pengalaman buruk dengan taurin; efeknya terasa sampai kira-kira seminggu. Ngga lagi-lagi deh!

    Irma
    Jadi gak enak nih sama mbak Irma :p
    Cuma 10 menit, kan bisa dianggap selingan toh?

  16. danu

    July 4, 2006 at 9:34 am

    joss yg ini dan joss lainnya sering saya liat diminum sama supir atawa kondektur metromini, tp ada jg temen ktr yg minum. dulu sblm ada joss, tiap overtime temen2 minumnya kratingdaeng, tp efeknya sama aja kan ngerusak ginjal, katanya sih. mending minum kopi aja kalo saya mah.

  17. linda

    July 4, 2006 at 9:40 am

    bukannya minuman spt itu membahayakan buat kesehatan? tubuh kita dipaksa utk melakukan hal yg di luar batas kemampuannya. bener gak sih? soale aku gak pernah nyoba tuh

  18. aribowo

    July 4, 2006 at 11:59 am

    iya ya..selama ini gue gak nyadar…
    tapi…
    emang dalam extra joss ada vitaminnya?

    btw salam kenal, gue baru neeh dalam hal blogging

  19. siwoer

    July 4, 2006 at 1:02 pm

    hehehe… secara sayah barusan dr kampung bola, trus nyoba resep rikie jo dari yg panas ampe dingin… tetep aja, namanya mata kalo udah merah mendingan ngorok dah πŸ˜€

  20. Fernando

    July 4, 2006 at 2:58 pm

    pernah coba minum minuman bernuansa mistis spt itu tapi perut malah jadi mules + deg2an. lebih suka minum air bening + susu untuk ngelawan nikotin. πŸ˜€

  21. Lita

    July 5, 2006 at 7:59 am

    Danu
    Gak sopir metromini doang kok, sopir mikrolet dan tukang ojek juga minum πŸ™‚ (gak penting, yak?)

    Linda
    Ya, dipaksa mengabaikan rasa lelah dan dirangsang untuk terus bekerja.

    Menurut ‘rasa’ yang pernah kucoba, walau ngantuk (mata udah sepet) badan tetep terjaga. Kerja ya bisa, tapi logika udah agak sulit diajak kompromi. Melek, tapi diajak ngomong rada gak nyambung :p

    Aribowo
    Ada kok, coba lihat isi link yang aku kasih πŸ˜‰
    Salam kenal juga. Baru atau lama, yang penting blogging πŸ™‚

    Siwoer
    Wah, blogger lawas. Selamat datang :mrgreen:
    Yo’i. Tombo ngantuk ya tidur.

    Fernando
    Mistis? Ini tentang iklan yang latarnya tari Kecak ya? πŸ™‚
    Whew… pake nikotin juga toh :p
    Lha Extra Joss kan emang bukan untuk melawan nikotin, toh? Justru biasanya digandeng untuk kerja sama, kaya yang dibilang Ebonk hehe…

  22. Eep

    July 5, 2006 at 8:58 pm

    setuju dengan priyadi…, meminum extra joss dan sejenisnya secara intens dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa menyebabkan kerusakan ginjal…
    apalagi jika diminum oleh anaknya Lita..
    hahahahaha

  23. fahmi jelek

    July 5, 2006 at 10:02 pm

    kata guru saya, madu itu juga rusak kalo dicampur air panas. saya sendiri kurang paham detailnya gimana, tapi ya wes manut ae kalo minum madu yg pake air biasa aja hehehe mulut saya juga rusak kalo kena air mendidih hihihihhh πŸ˜€

  24. kenji

    July 6, 2006 at 1:32 am

    ngomong2 soal madu… saya dah rada lupa neh :p
    tapi bukannya madu itu oksidator yang kuat? makanya bisa bikin telur jadi mateng??? nah klo oksidator itu dicampur dengan suplemen2 lain, bukannya bisa ngecracking lainnya sehingga malah saling meniadakan fungsinya? minta masukan dunk πŸ˜€

  25. Lita

    July 6, 2006 at 9:00 am

    Eep
    Walah… anak saya ya paling banter minumnya jus buah yang dibuat sendiri. Gak perlu stimulan juga udah pada ‘kelebihan’ energi kok πŸ˜†

    Fahmi
    Kata artikel dari dinkes Jatim, madu mengandung gula, vitamin, antibiotik alami, dan enzim. Jadi kalau ‘direndam’ dalam air panas, yang rusak adalah 3 yang terakhir, ‘isi’ madunya tinggal gula doang. Dan tentu saja air panas itu juga merusak lidah :mrgreen:

    Kenji
    Doh, pertanyaannya susah amat sih, Kenj.
    Sampai sekarang aku masih belum mengerti tentang ‘madu membuat kuning telur menjadi matang’. Matang seperti dimasak, maksudnya? Atau matang karena memadat?

    Kandungan air dalam madu (asli) rendah, jadi sifat higroskopisnya tinggi (menyerap air). MUNGKIN ini yang bikin kuning telur jadi padat.
    Madu juga mengeluarkan hidrogen peroksida ketika diencerkan (dengan air). Tapi apa iya sifat-sifat ini bisa merusak senyawa lain?
    *ikutan nanya :mrgreen:*

  26. Hedi

    July 7, 2006 at 10:39 pm

    ga ada bagusnya, mau minuman suplemen apapun…
    jelas ginjal dan pankreas akan dihajar, itu pengendali ngantuk…jadi kalo ngantuk ya tidur, jgn dipaksa kerja lagi dua organ itu, entar kecapekan :))

  27. Lili

    July 16, 2006 at 10:27 am

    Saya pernah menulis soal PPA di blog: phenylpropanolamine-ppa

    Kenapa POM masi mengijinkan PPA dipakai sekalipun FDA dan penelitian bisa memberi alasan jelas untuk tidak memakai PPA?

    ::edited::

  28. Lita

    July 16, 2006 at 10:57 am

    Lili
    Saya tidak berwenang memberi penjelasan ‘mengapa’nya. Kalau itu bisa ditanyakan ke ketua BPOM yang baru πŸ™‚

    Penjelasan tentang PPA dari ‘pihak Indonesia’ sudah dijelaskan ya oleh prof. Iwan di isi taut pada tanggapan saya yang sebelumnya (no. 16).

    Mungkin artikel di junkscience bisa digunakan sebagai pembanding terhadap yang mbak tulis di blog.

    Bagi saya pribadi; better avoid than to wait (what will happen next when it’s already too late):p

  29. nYam

    July 17, 2006 at 2:32 pm

    sebulan extra joss ala ricky jo
    begitu itali angkat tropi
    masuk ICU deh

Leave a Reply to Hedi Cancel

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.