Bahasan ini tidak hanya khusus ibu-ibu, apalagi ibu hamil. Para bapak juga perlu tahu, kata cak Moki. Sedikit peringatan awal; kata-kata dalam tulisan ini akan cenderung vulgar. Apa yang anda harapkan? Saya sedang berbicara tentang seks! Dan, tidak, saya tidak menyediakan ilustrasi pendukung.

Mengapa topik dan kata-kata vulgar?

Ngapain ngomongin ginian? Sebagian perempuan yang merasa nyaman dengan teman perempuan lainnya (yang sudah menikah), dapat bertanya dengan leluasa. Atau bertanya pada ibunya. Tapi akan tetap banyak perempuan yang memilih untuk mencari tahu (sebagai tambahan atas percakapan tersebut atau sebagai pilihan utama) dari artikel di internet atau buku bacaan. Bahkan jika mereka termasuk yang tidak terhalang rasa malu untuk bertanya pada yang ‘lebih berpengalaman’.

Saya hanya menyediakan alternatif yang nyaman. Berselancar di internet, jika anda tahu caranya, dapat bersifat privat dan rahasia. Anda tak harus bertanya sambil malu-malu dengan pipi memerah sementara yang ditanya malah tersenyum-senyum geli.

Nah, mari kita hentikan basa-basi penjelasannya.

Perempuan (dan laki-laki) merasa khawatir

Ketika saya sedang memikirkan rancangan tulisan ini (baru dipikirkan, belum menulis apapun), bahasan ini diturunkan dalam majalah Parentsguide edisi Maret 2007. Seks selama kehamilan: Don't worry be happy dan Ketika Hubungan Intim Tak Lagi Bebas, dengan foto penunjang yang… ehm (kata suami, "Ya gak papa lah, itu kan majalah orangtua"). Karena itu majalah edisi tersebut juga saya masukkan sebagai referensi.

Sebagian perempuan merasa takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun, karena tubuhnya melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di rahim.

Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Lho? Iya, karena sudah terbebas dari pikiran tentang 'bakalan hamil gak ya?' (sudah hamil tidak bisa lebih-hamil lagi, kan?) atau 'kapan hamilnya, ya?'. Tenang, ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual. Ketika kondisi kesehatan tidak bermasalah, mengapa tidak? Suami juga pasti senang-senang saja 😉

Minat menurun: trimester pertama

Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera mual. Morning sickness, muntah, lemas, malas, apapun yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan eneg dapat menghisap semua keinginan 'berkegiatan'.

Minat meningkat (kembali): trimester kedua

Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh telah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan, sehingga ibu dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa ketimbang pada trimester pertama. Dan kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga.

Mual-muntah dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang, dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara.

Minat menurun lagi: trimester ketiga

Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga, rasa nyaman yang sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual hanyalah beberapa penyebab yang dapat 'disalahkan' atas minat seksual yang menurun.

Tapi jika anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, jangan keburu merasa tidak waras. Normal saja kok. Apalagi jika anda termasuk yang menikmati masa kehamilan, dan termasuk beruntung karena tidak tersiksa oleh kaki membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total.

Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Pertanyaan yang paling umum adalah apakah berhubungan seksual dapat membahayakan janin.

Secara medis tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan jika kehamilan tidak disertai faktor penyulit, artinya kondisinya sehat-sehat saja. Di antara faktor penyulit tersebut adalah ancaman keguguran, hipertensi, muntah-muntah yang berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya.

Kekhawatiran akan dampak seks terhadap kehamilan

  • Keguguran
    Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Tapi sesungguhnya masalah sebenarnya bukan pada aktivitas seksual itu sendiri. Keguguran (early miscarriage) biasanya berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom atau masalah lain yang dialami janin yang sedang berkembang. Bukan pada apa yang anda lakukan atau tidak lakukan.
  • Menyakiti janin
    Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin, yang terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban adalah peredam kejut yang sangat baik, sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan teredam dan tidak mengganggu janin.

    Ejakulasi yang terjadi juga tidak akan membuat sperma menjangkau janin karena selaput ketuban yang melindungi. Penis pasangan anda juga tidak akan menyentuh bayi. Tapi jika kenyamanan adalah masalahnya, tentu ada baiknya anda bicarakan dengan pasangan mengenai posisi pilihan.

  • Orgasme memicu kelahiran prematur
    Orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan menjelang saat melahirkan. Penelitian mengindikasikan bahwa jika anda menjalani kehamilan yang normal, orgasme -dengan atau tanpa hubungan intim (yang berarti para lelaki tidak perlu melakukan penetrasi penis, cukup 'lainnya')- tidak memicu kelahiran prematur.
  • Khawatir saja.
    Jika anda memiliki sindrom pra-menstruasi, besar kemungkinannya anda akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebih pada dampaknya.

Perhatikan beberapa hal ini

  • Jika anda memilih seks oral, pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Walaupun jarang, tapi masuknya udara ke dalam pembuluh darah (emboli) dapat berakibat fatal bagi anda dan janin. Jadi sebaiknya dihindari sebisa mungkin.
  • Hindari berbaring telentang selama berhubungan intim. Jika rahim (dan janin) menekan pembuluh darah utama di bagian belakang perut, anda dapat merasa pusing (lightheaded) atau mual. (tapi jika anda tidak bermasalah dengan posisi ini, lakukan saja)
  • Jika anda memang tidak ingin melakukan hubungan seksual, katakan apa adanya pada pasangan anda. Cemas, tak nyaman, tidak tertarik sama sekali (no desire), atau tidak memungkinkan (harus menghindari), adalah beberapa alasan yang umum.

    Cinta tak hanya sekitar selangkangan, kok. Pelukan yang hangat, ciuman mesra, atau pijatan yang nikmat juga merupakan bentuk perhatian seksual. Dan pasangan anda adalah orang yang paling wajib untuk mengerti segala ketidaknyamanan yang sedang anda rasakan.

  • Paparan pada penyakit menular seksual (PMS) selama kehamilan meningkatkan risiko infeksi yang dapat mempengaruhi keseha
    tan kehamilan dan janin. Jika anda berganti pasangan seksual selama kehamilan, gunakan kondom saat berhubungan intim.
  • Berkaitan dengan penyakit menular seksual: Safe sex is no sex. Keamanan 100% adalah ketika tidak berhubungan seksual. Ini tidak berarti suami-istri sebaiknya tidak berhubungan intim. Namun jika anda termasuk yang sering berganti-ganti pasangan seksual, camkan hal tersebut baik-baik. Anda mungkin tidak akan pernah tahu hingga saatnya menyesal.

Pilihan posisi nyaman dan aman

Beberapa posisi yang nyaman untuk dicoba adalah:

  • Perempuan di atas. Posisi ini memungkinkan perempuan untuk memegang lebih banyak kendali atas gerakann. Anda dapat membuatnya lambat atau cepat, sambil mengontrol kedalaman penetrasi.
  • Posisi menyamping berhadapan dengan pasangan. Tarik satu kaki untuk memberi ruang pada pasangan untuk melakukan penetrasi.
  • Posisi menyamping namun tidak berhadapan. Pria dapat melakukan penetrasi dari belakang (tetap vaginal), yang tidak menyebabkan tekanan pada perut dan penetrasi yang tidak terlalu dalam. Posisi ini cukup nyaman dilakukan sepanjang masa kehamilan
  • Perempuan bersangga pada lutut dan tangan. Yes, doggie style. Posisi ini memungkinkan tidak terjadi tekanan langsung pada perut, meski jika kehamilan membesar, perut dapat menyentuh alas.
  • Perempuan duduk di pangkuan pasangan. Ketika hamil belum terlalu besar, posisi berhadapan dapat dilakukan. Tapi ketika perut semakin membesar, posisi tidak berhadapan dapat dipilih

Di luar pilihan posisi tersebut, anda bisa saja tetap memilih posisi perempuan di bawah, jika itu yang dirasa paling nyaman. Tentu laki-laki harus menyesuaikan, dengan tidak menimpakan berat badan seluruhnya melainkan bersangga dengan tangan atau lutut.

Ketika sebaiknya tidak berhubungan seks

  • Placenta previa
    Ini adalah keadaan ketika plasenta (sebagian atau seluruhnya) berada di bagian bawah rahim, menutupi mulut/jalan keluar janin. Plasenta sebagai pemasok makanan, normalnya terletak di atas rahim. Jika penetrasi menekan mulut rahim, dikhawatirkan akan terjadi perdarahan.
  • Kelahiran prematur
    Ibu hamil dapat diduga mengalami kelahiran prematur jika mulai mengalami kontraksi reguler sebelum usia kehamilan 37 minggu, yang menyebabkan mulut rahim mulai membuka. Orgasme dikhawatirkan akan memicu kontraksi.

    Selain itu paparan terhadap hormon prostaglandin di dalam semen (cairan sperma) juga dapat memicu kontraksi, yang -walaupun tidak berbahaya bagi kehamilan normal- harus diwaspadai jika anda memiliki risiko melahirkan (janin) prematur. Jika tetap memilih berhubungan seks, keluarkan sperma di luar.

  • Perdarahan (flek/vaginal bleeding)
    Perdarahan dapat dikaitkan dengan tanda-tanda keguguran. Maka sebaiknya hubungan seksual dihindari. Kecuali jika dokter anda menyatakan bahwa flek yang anda alami adalah gejala normal yang kadang terjadi, tergantung usia kehamilan, kondisi janin, volume dan rupa flek, dan kondisi anda sendiri.
  • Mulut rahim (cervix) lemah
    Jika mulut rahim mulai membuka secara prematur, seks dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Janin kembar
    Jika anda mengandung janin kembar, dokter/bidan mungkin menganjurkan untuk menghindari berhubungan intim saat kehamilan memasuki trimester tiga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan ada hubungannya antara seks dengan kelahiran kembar prematur.

Seberapa sering?

Tidak ada patokan yang ketat tentang batas seberapa sering hubungan seksual dapat dilakukan selama kehamilan. Sepanjang kondisi kehamilan anda baik-baik saja, berapakalipun tidak masalah.

Walaupun demikian, ada baiknya anda memperhitungkan dampaknya agar tidak terlalu letih. Anda tentu tidak ingin ‘dipaksa’ istirahat dan merasa tidak senang hanya karena terlalu menikmati kesenangan hingga lupa diri. Sungguh ironi, bukan?

Setelah melahirkan: kapan mulai berhubungan seks lagi?

Tubuh anda memerlukan waktu untuk pulih ke keadaan normal seperti sebelum hamil, entah anda melahirkan melalui vagina atau dengan operasi. Banyak dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya 6 minggu sebelum mulai berhubungan intim. Periode ini memberi waktu bagi mulut rahim untuk kembali menutup dan jahitan atau perlukaan untuk sembuh.

Sekadar selingan. Ibu mertua saya pernah bercerita bahwa kenalannya mengaku mulai berhubungan seks kembali tidak lebih dari 30 hari setelah melahirkan. Luar biasa. Yang terpikir oleh saya hanya sakitnya. "Duh, apa ngga nyeri, ya? (sambil mengingat luka episiotomi dan bengkak yang terjadi saat melahirkan anak pertama)", saya membatin sambil meringis.

Apabila anda merasa terlalu sakit atau lelah (melahirkan dan mengurus bayi baru lahir sangat melelahkan, lho!), bahkan sekadar untuk memikirkan seks, pertahankan keintiman dengan cara lain. Telepon atau pesan singkat beberapa kali dalam sehari, berendam, bersantai di spa, atau luluran, adalah beberapa cara yang dapat dicoba.

Ketika anda merasa siap untuk kembali berhubungan intim, mulailah perlahan. Take it slow. Santai saja. Dan gunakan metode yang dapat diandalkan sebagai alat kontrasepsi. Menyusui secara eksklusif (dianjurkan selama 6 bulan) akan memberi anda perlindungan optimal.

Dengarkan tubuh anda

Semua anjuran atau peringatan ini belum tentu berlaku untuk semua orang. Setiap perempuan dan setiap kehamilan adalah unik. Yang berlaku untuk satu perempuan mungkin tak dapat diterapkan oleh perempuan lainnya. Dan antara kehamilan satu dengan lainnya juga mungkin tidak sama.

Yang paling penting; ‘dengarkan’ apa yang dikatakan tubuh anda. Walaupun 6 minggu telah terlewati, tapi jika tubuh anda merasa belum siap, jangan paksakan diri. Lagi-lagi pasangan anda adalah orang yang paling patut untuk mengerti dan berempati atas apa yang sedang anda alami.

Patut dibaca:

Mohon koreksinya atas kesalahan istilah yang ada. Terimakasih.

error
Seks dan Kehamilan

144 thoughts on “Seks dan Kehamilan

  • March 26, 2007 at 2:02 am
    Permalink

    Boleh gak boleh ikutan vulgar 😛
    Untuk para pria:
    Ketika berhubungan intim usahakan pasangan mencapai orgasme terlebih dahulu. Ini diperlukan kerjasama dengan pasangan. Maksudnya, pria dapat menanyakan model belaian seperti apa yang paling disukai. Tentu tidak monoton, di lain waktu tanyakan lagi, wanitapun adakalanya menginginkan variasi. Kembali ke soal orgasme, pria hendaknya bisa menahan diri. Jangan biarkan wanita melongo sementara pria sudah keok, lalu ngorok.
    Posisi sangat individual, bergantung kesepakatan berdua. Namun menurut hemat saya, tak ada salahnya pria mengalah, mendahulukan wanita orgasme dengan posisi yang dikehendakinya adalah tindakan bijaksana.
    Setelah episode tautan usai, peluk dan belailah wanita pasangan anda. Tak harus dengan semburan ungkapan mesra. Tentu tak ada larangan jika pria ingin mengungkapkannya, misalnya: *ah gak jadi, tanya wanita aja ya* 😀

    Untuk wanita:
    Wanita jangan segan menunjukkan area yang peka sampai yang paling peka (boleh tanpa kata), misalnya dengan membimbing tangan pria menelusuri area sensitif. Tak kalah penting adalah tekanan dan kecepatan usapan (belaian) atau bentuk rangsangan lainnya. Jika terasa tidak nyaman saat foreplay, wanita dapat mengingatkan, sekali lagi tidak harus dengan kata-kata. Misalnya memegang tangan pria (jika dengan tangan) dan menggerakkannya sesuai kehendak wanita. Hamil, seperti sudah dijelaskan di atas, tidak menghalangi wanita untuk menikmati orgasme. Sehari sebelum melahirkanpun boleh berhubungan intim, sepanjang memberikan rasa nyaman dan tidak merasa terganggu.
    Oya, sepanjang apapun rudal pria, tak akan sampai ke janin, karena dilindungi cervix yang cukup tebal dan kenyal.
    Wah sip, Bu Lita menyediakan ruang berbagi.
    Btw, saya koq gak begitu percaya pemilik Blog tidak tersenyum geli saat membaca pertanyaan atau tanggapan. Apalagi jika membacanya bersama bapaknya Daud, ehm ehm … huuunnn, gitu kan ? 😀

    Reply
  • March 26, 2007 at 8:52 am
    Permalink

    hiks…acara untuk yang berkeluarga :p
    *pindah cenel kartun aah…xixixi..

    Reply
  • March 26, 2007 at 11:23 am
    Permalink

    jadi inget acara dokter hani di radio mara bandung, tiap selasa malam jam 22.00-23.59

    suling baghdaaaddd… :))

    Reply
  • March 26, 2007 at 1:59 pm
    Permalink

    Ikutan vulgar ngomentari cak Moki :
    Untuk pria :
    Nggak usah cemas cak, toh kalo kita sudah ejakulasi duluan khan masih bisa digoyang tuh buat giliran mencapai orgasme istri, santai aja yang penting sama-sama terpuaskan baik sekali maupun berkali-kali 😉

    Untuk Wanita :
    Nggak usah pake malu, sama suami kok masih malu 😉

    Reply
  • March 26, 2007 at 2:22 pm
    Permalink

    Cak Moki
    Weits, panjang tur lengkap nih. Terimakasih… 🙂

    Lha, cak, saya ketawa sampe guling-guling juga sampeyan ndak tau, toh? Intinya: tidak saling melihat.
    Soale, yang mengundang senyum itu sebetulnya rupa si penanya. Kalau dia malu-malu, yang ditanya akan terpancing untuk menggoda. Kalau yang nanya biasa-biasa saja, ya sama-sama biasa saja, atau malah yang ditanya yang malu.
    Seperti kalau mau beli kondom. Persis. Seolah salah satu ‘harus’ malu hehehe…

    Eh, jarang lho saya baca komentar bareng sama suami. Biasanya gantian, sesuai shift jam kerja masing-masing 😀

    Oon
    He, kata siapa acara kartun itu hanya milik anak-anak, ha? Anime hentai juga banyak xixixixi… hayooo…

    Iway
    Ya, sudah dicatat di presensi. Komen apa aja, nanya juga boleh. Gak harus dijawab, kan? Hehehe…

    Anjak
    Ah dikau ini lho, aku sampe harus kontak dirimu via japri cuma buat nanya suling gak jelas itu 😀
    Dulu rajin nyimak ya, Njak? Atau sampe sekarang masih? Aku juarang banget nyimak siaran radio, sih.

    ManusiaSuper
    Gak pegel tuh manyun beberapa tahun?
    *kabur*

    Cahyo
    Asli pak, saya bukan seksolog, apalagi laki-laki hehehe…

    Biho
    Kalau sudah ejakulasi bukannya jadi lemas? Tapi memang tetap masih ada kemungkinan titik vital tersentuh, atau istri sudah ‘dekat’, jadi tetap bisa orgasme.
    Kadang, di forum konsultasi seks, suami suka ‘ribut’ kalau dirinya orgasme duluan dan istrinya belum. Lalu bertanya bagaimana caranya supaya lebih ‘kuat dan tahan lama’, lalu mencari suplemen ini-itu.

    Saya pikir alasannya dua: istrinya batal mendapat orgasme (sekali mungkin gak papa, tapi kalau terus-terusan kan ya mangkel juga), atau si suami merasa kalah ‘gagah’.
    Ngapain panik, ya? Bukankah masih ada jari? Ups… :p

    Reply
  • March 26, 2007 at 3:18 pm
    Permalink

    @ ManusiaSuper
    Halah ngaku manyun tapi masih sering download M*y*b*!

    Reply
  • March 26, 2007 at 5:18 pm
    Permalink

    hiks .. istri saya udah masuk semester tiga,… biasa biasa aja tuh … sama aja awal2 dulu .. 😀

    Reply
    • April 7, 2007 at 2:21 pm
      Permalink

      wah semester 3 berarti 1,5 tahun.boleh koreksi ya,trimester pak.selamat kalo lancar2 aza.

      Reply
  • March 26, 2007 at 6:38 pm
    Permalink

    hmmm…gak ngerti nih pada ngomongin apa…maklum masih kecil…. :p

    Reply
  • March 26, 2007 at 6:43 pm
    Permalink

    @ mba lita
    baru 23 tahun mba manyun-nya, tenaang…

    @ Amd
    dimana-mana pembunuhan karakter hobinya…
    Saya belum pernah download miyabi! (asia carrera sering…)

    Reply
  • March 26, 2007 at 11:20 pm
    Permalink

    kelihatannya bahasannya buat yang udah cukup umur ya? *rating pending*
    eh, tapi edisi majalah ayah bundanya masih ada gak ya?
    penasaran sama gambarnya…. 😀

    Reply
  • March 27, 2007 at 1:25 am
    Permalink

    hemh, apapun kondisinya minumnya tetep susu ibu kekeke, simbah melihat ibu hamil itu kelihatan sexy banget lho,tapi tidak dengan wanita yang perutnya buncit karena lemak,,beda kan? so, tancap teruuus,gas pol rem pol

    Reply
  • March 27, 2007 at 7:14 am
    Permalink

    good-good 😀
    ada yang mo ta koreksi tapi ga usahlah, hehehe

    maklum belum merit 🙂

    Reply
  • March 27, 2007 at 7:22 am
    Permalink

    iya kenapa musti takut lalu mengurangi aktivitas seks ketika hamil? kalau menurut dokter tidak ada masalah dalam kandungan, ya monggo dilanjut bae… hehehe..
    saya pun dulu, masih sering “nengok” sang jabang bayi, di hari-hari terakhir sebelum lahiran. tetap nyaman kok asal tahu gayanya..
    wakakaka

    Reply
  • March 27, 2007 at 9:21 am
    Permalink

    wah wah nice posting Bun!! Tq yah knowledgenya 😀 (pas bgt soalnya buat saya :D)

    Reply
  • March 27, 2007 at 10:01 am
    Permalink

    ini agak serius mbak lita. ehm…dokter spog saya dulu menyarankan kalau sudah 9 bulan ke atas, disarankan malah sering2 berhubungan badan. karena sperma dapat merangsang kontraksi yang dibutuhkan ibu hamil di kehamilan akhir. demikian.

    btw, aku mikir, apa mbak lita baru hamil lagi, terus cari referensi ttg seks dan kehamilan trus posting disini?*nuduh*

    asyik, daud punya adik lagi….;-)

    Reply
  • March 27, 2007 at 10:20 am
    Permalink

    Amd
    Ssst… jangan berantem di sini. Ntar ganggu tetangga yang lagi asik. Kasian kan 😀

    Indra
    Biasa aja kok pake ‘hiks’? Biasa sejak dulu adem atau biasa sejak dulu tetap ‘giat’ seperti pengantin baru? :p

    Fisto
    Kecil apanya, mas? *kalem*

    ManusiaSuper
    Yeuh, tapi tau juga yang disembunyikan oleh bintang-bintang 😀
    Sapa tuh asia-asia itu? Temennya miyab* ya?
    Kasian bener manyun 23 taun. Kasian yang lihat, kasihan ibumu, nak… Masa dikasih manyun mulu :p

    Zuhra
    Ratingnya ‘dewasa’. Yang merasa sudah dewasa tidak perlu ‘bimbingan orangtua’ :p
    Bukan ayahbunda, deh. Tapi Parentsguide.
    Gambarnya? Sepasang suami istri bule, masih berpakaian. Masih tertarik? 😉

    Mbah Keman
    Walah mbah… gitu tho. Saya ndak ngerti gimana ibu hamil bisa seksi. Tapi kalau ibu hamil kelihatan lebih cantik atau bercahaya, memang ada penjelasan logisnya. Ada di salah satu taut yang saya berikan sebagai referensi itu.
    Gas pol rem pol? Gak jalan dong, mbah? :mrgreen:

    Kenji
    Lha, mau mengoreksi ya koreksi aja. Emang ada hubungan apa dengan merit? 😀

    Eep
    Waks! Jangan-jangan janinnya bosen ditengok melulu, makanya milih keluar aja? Weqeqeqeq…
    *asli bercanda*

    Rara
    Semoga membantu ya, mbak Rara 😉

    Cahyo
    Halah asli nuduh 😆
    Ngga kok, saya ngga sedang hamil. Ini untuk memenuhi janji saja, sebagai jawaban atas todongan karena saya sudah berkomentar ‘ibu hamil ya tetep pengen, lho’ di blog cak Moki hehe…

    Tentang hormon yang terkandung di dalam sperma.
    Ya, sampai sekarang masih ada dokter yang berpendapat demikian (dokter langganan saya juga). Hanya saja penelitian terbaru ternyata tidak mendukungnya.
    Pembandingnya (yang tidak melakukan hubungan intim pada usia kandungan 9 bulan ke atas) tidak lebih lambat melahirkannya atau lebih lemah kontraksinya. Prostaglandin memang dapat merangsang kontraksi, tapi tidak cukup kuat untuk menginduksi proses kelahiran.
    Demikian. Mohon dikoreksi salahnya.

    Reply
    • September 14, 2007 at 10:55 am
      Permalink

      Mbak..ga ngertilah vivi tentang apa yg terkandung dalam sperma.. Tapi, pengalaman pribadi nih.. anak #1 pas hari perkiraan lahir saia blom ngrasain ada tanda2 kelahiran.. trus kaka’ nyaranin bokapnya suruh nengok.. So, dengan semangat 45 *emang doyan dhing* siang di panas terik itu jadilah kita berkeringat..hihihihi… Alhamdulillah, sorenya trus berasa pegel-pegel, paginya dah lahir deeeh.. begitu pun dengan anak-anak berikutnya.. (wogh..emang berapa yaaak…??) Ada lagi mbak… temen-temen vivi yang telat tak saranin seperti itu.. lha kok ndilalahnya ya trus lahir tuh..?
      Kebetulan ‘kali yaaa..??

      Reply
  • March 27, 2007 at 2:34 pm
    Permalink

    nah,
    ini informasi yang aku pengen tau…
    tadinya aku pikir, kalo istri hamil, musti “libur”.
    tanya orang2 yg udah menikah, mereka malu malu jawabnya… huh!

    terima kasih mba…
    mulai sekarang kan aku jadi bisa mempersiapkan pengetahuan-pengetahuan setelah menikah…
    jadi tinggal menikahnya deh…

    hihihi.. 😀

    Reply
  • March 27, 2007 at 5:04 pm
    Permalink

    Humm
    *nge-bookmark*
    buat panduan kalo besok2 hamil 😛

    Salam kenal,mbak
    Btw, dr dulu sering liat blog ini, tapi selau lama banget load-nya. Knp ya?

    Reply
  • March 27, 2007 at 10:33 pm
    Permalink

    Entah karena efek apa, saya ngeliat gambar Mic Pisang yang ada di blog ini kok ngebayanginnya langsung ke penis yah :))

    Reply
  • March 27, 2007 at 10:50 pm
    Permalink

    Didats
    Oh gitu ya, Dats?
    Kamu gak nanya sama aku, sih. Gak malu-malu deh jawabnya 😉 (ya iya lah, jelas-jelas ada posting ini yak)
    Nah, ‘tinggal menikah’nya itu yang penting. Langkah pertama selalu penting, kan? Hihihi..
    Tambah bulet aja, Dats (wajahmu itu lhooo) :p

    Fadillah
    Ada beberapa kemungkinan:
    1. Server yang kami gunakan sedang sibuk (beberapa waktu belakangan ini makin sibuk saja).
    2. Ukuran citra yang digunakan blog ini ‘terlalu besar’ untuk kecepatan transfer data dan lebar pita yang digunakan.
    3. Akses bertepatan dengan ‘jam sibuk’ (jam sibuk jaringan atau jam sibuk blog ini hehehe)?

    Alasan-alasan itu bisa saja kurang logis, ngawur, atau lainnya yang tidak memuaskan, berhubung saya sendiri termasuk gagap teknologi :p
    Mohon maaf jika kurang membantu hehe…

    Salam kenal juga, mbak Dilla 🙂
    Aku suka banget gambar rumah yang dipakai jadi header image!

    Leeloos
    Efek judul 🙂
    Anda orang kedua yang berkata demikian. Orang pertama mengatakannya pada saat posting yang tayang di halaman depan juga bertema seksual. Gimana?
    Yang mendesain gambar sama sekali ngga ada punya maksud seksual, katanya. Malah gak kepikiran sama sekali 🙂

    Reply
  • March 28, 2007 at 5:39 am
    Permalink

    mmmmm,nngggg… ini Bahas apa?Wah kok IQ-ku nggak sampi ya.. 🙂

    Reply
  • March 28, 2007 at 8:37 pm
    Permalink

    @ Didats
    Dulu waktu saya hamil ada kerabat yang bilang supaya “puasa” dulu sampe bayinya lahir biar bayinya putih bersih. Itu mitos Jawa sepertinya.

    Di salah satu episode Friends: saat Rachel hamil dan usia kandungannya sudah lewat dari due date, sang dokter menyarankan beberapa alternatif untuk menginduksi diantaranya: sering2 berjalan kaki, makan makanan pedas, dan yang paling manjur adalah seks. Ternyata itu ga valid ya?

    Reply
  • March 28, 2007 at 9:34 pm
    Permalink

    Aku lg hamil 9 bln, kalo kata KD tinggal: “menghitung hari…..detik demi detik….”.

    So far, i’ve been blessed, bener2 gak ada keluhan yang “mengganggu” bahkan yg normal sekalipun.
    Ngidam gak seberapa (keenakan si Abang banget nih..). Punggung pegel, betis pegel, kaki kram jg bisa diitung pake jari tangan. Edema (betis n kaki gembung) jg cuma sehari dua hari itupun krn abis kecelakaan motor terus dengkul kiri bonyok dan gak bisa bergerak bebas. Besoknya setelah dibawa gerak lagi, ya hilang gembung nya….

    Semua “anugrah” ini, kalo menurut sahabat aku dan aku juga setuju, adalah karena aku dan suami tetap rutin berhubungan intim. Mulai dari sejak tahu hamil sampe sekarang, kapanpun alam memanggil, selama kita berdua sama-sama mau, kita maju terus pantang mundur…. 🙂
    Hubungan intim itu menurut dia bisa memicu “happy hormone” yang pada gilirannya bikin fisik dan mental lebih sehat. Badan lebih “presh” kalo di vocab-nya si Abang. Kayanya masuk akal juga.

    Soal menemukan posisi yg nyaman tiap tahap kehamilan, sebelumnya kita gak punya referensi dari mana-mana, alam dan insting yang mengajarkan hehe….

    Reply
  • March 28, 2007 at 10:33 pm
    Permalink

    @ leeloos,
    *ngernyitkan dahi sambil melotot*
    Masa iya sih, yakin persis ? *ampuuunnn* 😛

    Reply
  • March 29, 2007 at 6:59 am
    Permalink

    ups, salah alamat nih kayaknya ….
    stlh diamat-amati dgn teliti, ada kategori baru rupanya di blog ini, ladies corner *manggut2*

    Reply
  • March 29, 2007 at 10:11 am
    Permalink

    Kalau yang “hamilnya” suami bgm ya gaya/posisinya yang paling nyaman…? wakakakk
    Eh iya.., ada ceritanya kenapa bayi pas lahir nangis.. dia kaget.. yang suka nengok kan gundul bin botak, pas dia keluar.., kaget kok jabrigus…
    hehehehe

    Reply
  • March 29, 2007 at 10:34 am
    Permalink

    Teh Litaaa….
    Apa kabar?! wah, blognya bagus deh..

    btw, sepengalamanku, hubungan sex selama hamil ok-ok aja asalkan kondisi si wanita baik (dalam arti rahim tidak lemah, tidak mudah mengalami pendarahan, dll).

    Trus, kalo soal gairah istri yang naik turun (tergantung trimester-nya), kayaknya nggak juga ah..
    aku sih tinggi-tinggi aja.. hehehehe..

    Trus, memasuki trimester kedua dan ketiga, posisi woman on top udah mulai susah tuh..

    Reply
  • March 29, 2007 at 11:04 am
    Permalink

    Hananto
    Kalau sambil loncat-loncat (supaya sampai), nanti malah tulisannya ngga kebaca, pak 🙂
    Baca bagian ‘Dengarkan tubuh anda’ aja, deh. (lha, tulisan sepanjang gini, isinya cuma 2 paragraf pendek hihihi)

    Indah
    Untuk berjalan, sepertinya untuk menguatkan otot panggul, melatihnya supaya pas melahirkan tidak kram (kaki, panggul), dan ‘memantapkan’ posisi bayi ketika turun ke jalan lahir, ya.
    Makan pedas, aku baru dengar sekarang 🙂
    Seks, well… memang memicu kontraksi. Bisa jadi dugaan itu muncul pada pasangan yang tetap berhubungan hingga menjelang saat melahirkan, jadi diasumsikan ada hubungan ‘sebab-akibat’. Atau, karena kadar hormon dalam sperma (yang tumpah di dalam) yang -walaupun sedikit- dapat membantu memicu dimulainya kontraksi pengawal proses persalinan.

    Ini duga-duga aja, sih. Belum dapet artikel yang membahasnya khusus.

    Dewi
    Nah, setuju banget. Alam dan insting 🙂
    Hanya saja, untuk sisi keamanan (dan kesehatan), orang cenderung butuh bahasan yang lebih ‘ilmiah’, begitu.
    Ini ilmiah gak sih? Hehehe…

    Cak Moki
    Sudah kelihatan belum, cak? :mrgreen:
    Saya melihat pakai memiringkan kepala, mata disipit-sipitkan atau berbagai gaya lain, tetep gak merasa mirip.

    Luthfi
    Coba itu ya, lebih teliti lagi melihatnya. Tulisan ini masuk ke dua kategori.
    Baru merhatiin kategori itu ya? Udah agak lama kok 😉

    nYam
    Ahahahah… ada aja. Itu kalo suami ada di sisi. Kalo ngga ada? Tetep jadi pelipur lara gak? 😉
    *ketawa devil*

    Eep
    Heh? Tanya aja ke Junior, yak. Kali dia pernah hehehe…
    Walah, guyonnya asli ‘kasar’ nih 😀

    PutPut
    Ini Put yang mana, ya? Dikaukah adik kelasku itu?
    Alhamdulillah kabar baik 🙂

    Soal gairah, ya itu kan keadaan umum aja. Asik dong ya kalo tinggi terus 😉
    Iya ya, mulai susah karena tulang punggung sudah makin melengkung. Tapi untuk penetrasi kan jadi lebih bebas, dan perempuan bisa mengatur ritmenya sendiri 🙂
    Ah soal posisi mah, terserah gimana nyamannya aja. Betul?

    Reply
  • March 29, 2007 at 1:26 pm
    Permalink

    Posting yang menarik…
    Tapi misalnya hamil terlalu sering (baru melahirkan sudah hamil lagi) apa bisa berbahaya ya??

    Reply
  • March 29, 2007 at 3:16 pm
    Permalink

    Tambahan:
    Itu yang saya disuruh “puasa” nggak saya turuti (maaf ya Tante…) klo dituruti bisa2 saya langsung ditalak ama suami. Soale habis nikah langsung hamil, masa’ sih pengantin baru disuruh puasa 9 bulan 😛

    Oya, selain makanan pedas masih ada herbal tea ama castor oil. klo di Indonesia bukannya lebih banyak lagi ya? Ada minum minyak kelapa, rumput fatimah, dll

    Reply
  • March 30, 2007 at 4:51 pm
    Permalink

    waduhh bacaan buat para mami dan calon mami, hmmm ka’nya perlu di print n dibundel buat bekel hihiii mo piknik kale bawa bekel sgala. tapi kapan kepakenya ya??? sgghhh….ka’nya masih luaaaaaaaaammaaaaaa

    Reply
    • April 22, 2007 at 12:34 pm
      Permalink

      bisa ja kepake,,,,,

      kl da kemauan tp ati2 di jalan.hehehehe

      Reply
  • March 30, 2007 at 4:53 pm
    Permalink

    jadi ‘malam sunnah rosul’ tetap dapat dijalankan ya bu…

    Reply
  • April 1, 2007 at 9:41 am
    Permalink

    Wahyu
    Hamil yang terlalu sering (tapi seberapa sering, nih?) dan dalam rentang waktu yang cukup singkat dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas otot yang menopang rahim.
    Lagipula organ reproduksi juga butuh waktu untuk memulihkan kondisi, walaupun setelah melahirkan spontan dinyatakan sehat dan baik-baik saja.

    Ini adalah alasan yang paling penting untuk merencanakan kehamilan, selain kesiapan mental ibu. Ada lho ibu yang baru 4 bulan sebelumnya melahirkan dengan operasi caesar sudah hamil lagi. Kasihan ibu (kaget dan masih capek), kasihan tubuh ibu (luka operasi belum sepenuhnya pulih), kasihan bayi (perhatian ibu harus terbagi pada saat dia masih sepenuhnya ditopang ibu), kasihan yang lain (suami dan anggota keluarga lain).

    Indah
    Hauhau… anakku pas lahir putih tuh 😉 Sekarang sih item, maen mulu dari pagi sampe sore!
    Herbal tea buat apa tuh? Minyak kelapa katanya biar melahirkannya lancar (karena licin kali, maksudnya hehe… ). Rumput fatimah katanya untuk menginduksi kontraksi. Tapi malah disarankan jangan, tuh sama dokter. Nah lho.

    Ndahmaldiniwati
    Sedia bekal sebelum piknik 😀
    Kepake lah, asal gak lupa aja ditaro di mana hehehe… Ntar kelupaan saking udah lama kelewat :p

    Danu
    Asli saya baru kali ini tahu istilah itu, pak. Hehehe…
    Ya jalankan saja. Bagian dari kenikmatan dalam pernikahan 😉

    Dewi
    Jangan-jangan mas Danu itu suami mbak? Nyaru hihihihi…
    *becanda, mbak*

    Reply
  • April 5, 2007 at 2:15 pm
    Permalink

    masih jomblo dan belum menikah, apgred ilmu sex nya dulu, wakakaka!

    Reply
  • April 7, 2007 at 10:56 pm
    Permalink

    Raffaell
    Upgrade ilmu tak terbatas status, kok 😉

    Dedi
    Wilujeng, pak guru 🙂 Semoga bermanfaat.

    Reply
  • April 10, 2007 at 2:38 pm
    Permalink

    Woa.. Keren nih.. Jarang2 ada yang mau nulis “edukatif seks” seperti ini..

    Reply
  • April 11, 2007 at 4:41 am
    Permalink

    kecilin volume ah, gak enak didenger tetangga sebelah 😀

    Reply
  • April 19, 2007 at 3:17 pm
    Permalink

    gimana sich rasanya, waktu MP, skit gk ya? napa byk yg blg skit.

    Reply
  • April 19, 2007 at 3:29 pm
    Permalink

    Sherlie
    Iya, mbak Sherlie. Masih jarang, ya. Padahal yang butuh banyak 😉
    Semoga berguna 🙂

    Ryu
    Kalau volume suara terlalu besar, acara apapun jadi gak enak didenger tetangga lho 😉
    *pengalaman jadi tetangga yang keki karena denger suara kenceng banget beberapa kali dalam sehari*

    Wanie
    Ngga selalu sakit. Hanya saja, kalau belum pernah berhubungan seksual sebelumnya, dapat dimengerti jika otot vagina masih sangat kencang sehingga liang tertutup rapat dan lebih sulit dipenetrasi.
    Selain itu juga ada halangan psikologis. Kalau sudah tegang, takut, panik, tubuh akan bereaksi sesuai yang kita rasakan. Makin tegang, makin sulit penetrasinya. Makin dipaksa, makin sakit.
    Kalau dalam keadaan santai, nyaman, dan lubrikasinya cukup, biasanya tidak sakit.
    Sudah cukup menjawab? 🙂

    Reply
  • April 21, 2007 at 7:25 pm
    Permalink

    kalau masalah seks dan orgasme,
    gimana kalau wanita yang nggak pernah orgasme sama suami tapi dia bisa orgasme dan merasakan kenikmatan yang sangat dengan selingkuhannya. gimana itu?

    Reply
  • April 21, 2007 at 10:23 pm
    Permalink

    wah pas banget istriku lagi hamil yang pertama.
    thanks, bisa nambah-nambah ilmu.:)

    Reply
  • May 7, 2007 at 1:51 pm
    Permalink

    aku suka kale…………. ma literatur ne….ya,walaupun blom tau rasanya,tapi ni cukup tuk pengetahuan.biasa,masih smstr 4 ciiii….so,mesih dalam proses pengetahuan.thanks ya mbak lita atas pengetahuannya.SUKSES BUAT MBAK….

    Reply
  • May 9, 2007 at 11:52 am
    Permalink

    Lita ini apa seksolog temennya Wimpi Pangkahila dan Boyke?
    Perempuan laki-laki memang harus terbuka toh? Di Al Quran pun disebut: boleh maju, boleh mundur asal di tempatnya.

    Ditunggu bahasan lain berdasar pengalaman.

    Penjaga Sanggar Mewah

    elfarid.multiply.com

    Reply
    • May 9, 2007 at 2:48 pm
      Permalink

      Saya bukan dokter, apalagi seksolog.
      Malah baru dengar nama yang pertama itu 🙂
      Bukannya: ‘datangi dari mana saja, asalkan di tempatnya’?

      Terimakasih sudah menunggu.
      Maaf sedang ‘cuti’ dulu, asisten sedang mudik 🙂

      Reply
      • May 10, 2007 at 10:14 am
        Permalink

        Betul koreksinya, dari mana saja (atas, bawah, depan, belakang) 🙂
        Kebetulan istri juga sedang hamil anak ke-2 (8 bulan).
        Wanita memang perkasa, ya. Dia nggak mau diam, masih saja kerja ini itu. Ya barangkali begitu hiburan kalau hamil.

        Salam kenal

        Reply
  • May 15, 2007 at 10:01 am
    Permalink

    hmmm…jadi pengen hamil neh ;D

    lucu pastinya..hihi..(ups,tapi sayang belom merid 😉

    Reply
    • May 15, 2007 at 12:17 pm
      Permalink

      hmmmmm, pengen hamil..? belum merid..?
      calon yang akan menghamilinya dah ada belom..?
      🙂

      Reply
  • July 11, 2007 at 10:21 pm
    Permalink

    Makasih atas informasinya..
    saya mengalami pendarahan…setelah berhubungan dengan suami..
    ada apa ya..?
    kehamilan saya berusia trisemesterpertama..
    mungkin ada penglaman yang serupa dengan saya..
    sempat kalut, tapi setelah di USG…janin dalam keadaan sehat..
    sebenarnya ada apa ya..?
    apa masalah karena “kegiatan ini” dilakukan dengan bersemangat..?

    Mohon doa..semoga kedepannya baik-baik saja..

    Salam kenal buat semua

    Reply
  • August 20, 2007 at 10:43 am
    Permalink

    hi..semuanya ikutan berkabung dong..
    mungkin kalian semua punya solusinya buat aku…
    aku baru saja menikah sebulan lalu akan tetapi pria yang menjadi suamiku ini bukanlah pilihanku melainkan pernikahan atas dasar balas budi kedua orang tuaku(mungkin pabila aku ceritakan tak cukup seharian)singkatnya..bisa gak yah aku hamil tanpa berhubungan intim oleh mantan pacarku,sementara ini aku blum berhubungan intim dengan suamiku dengan alasan menstruasi.kalu boleh aku bertanya…
    1.dapatkah aku hamil tanpa berhubungan intim???
    2.dan kalau bisa bagaimanakah caranya???
    3.munkin ada sebuah tempat yang bisa aku kunjungi???
    4. dan berapakah biaya yang harus aku keluarkan???
    5.apakah perbuatan tersebut bisa juga dikatakan selingkuh / berzinah???berdosakah saya???

    Reply
  • August 27, 2007 at 9:59 am
    Permalink

    duh… untung aja aku buka situs ini klo gak.Bisa kekurangan pengetahuan tentang seks n’ kehamilan nih.
    btw aku seorang istri yang baru berusia 18 tahun sedangkan suami ku 26 tahun dan sekarang aku lagi hamil 5 bulan.Dalam perkawinan kami niatnya belum mau punya anak karna usia ku masih muda, tapi apa mau di kata ALLAH berkehendak lain jadi aku harus menerimamya n’ mensyukurinya.Padahal papah ku juga ingin punya cucu jadi pas banget yah….
    Alham..kita nikah di bulan november 06 dan sekarang menginjak 9 bulan perkawinan kita jadi aku kosong selama 5 bulan.
    Pada bulan Mei 07 aku coba periksa kebidan karna sudah 1 bulan aku tidak haid dari tanggal 5 April 07 sampai waktunya dan alham… hasilnya positif.KOmentar suami seneng banget dan ortu aku pun senang tapi sayang mertua ku sudah tidak ada semenjak menikah tapi aku yakin mereka juga pasti senang di akhirat sana.Jadi alham…
    SElama trimester pertama kehamilan aku gak muntah – muntah n’gak pusing cuma hanya perut enek – enek aja..
    Oya sempat keluar coklat – coklat sewaktu kandungan ku 5 minggu, kemudian aku beroabat dan kata dokter “jangan sering berhubungan dulu”.iya,jawabku.
    Namun Dokter hanya kasih obat penguat kandungan dan vitamin.Dan sampai sekarang alham.. kandungan ku sehat – sehat aja walaupun kita sering berhubungan intim kok…so don’t worry

    mmmmm mungkin ini hanya sebatas CURHAT aja. Semoga buat suami istri yang belum dikasih keturunan sama yang di atas sabar aja yah….tapi yang sedang hamil untuk saya juga harus banyak – banyak bersabar. SEKIAN,thx

    Reply
  • September 1, 2007 at 6:39 am
    Permalink

    mo nanya nich. kalo sperma yang masuk vagina pada wanita hamil tiga bulan, apakah sperma tersebut akan menjadi bakal janin. ditunggu jawabannya secepat mungkin. makasih

    Reply
    • September 1, 2007 at 8:50 am
      Permalink

      Jawaban singkatnya: TIDAK 🙂
      Perempuan tidak mengalami ovulasi (pelepasan sel telur) saat sedang hamil. Karena tidak ada yang dibuahi, ya tidak hamil.
      Tidak bisa hamil ‘bertumpuk-tumpuk’ 🙂

      Reply
  • September 3, 2007 at 8:27 pm
    Permalink

    bagaimana jika 2 sel telur yang lepas dari masing-masing indung telur (dari kiri dan kanan) ? apakah mungkin terjadi pembuahan ganda ? pembuahan seperti apa yang terjadi pada bayi kembar yang memiliki jenis kelamin yang berbeda? bagaimana kemungkinan hal tersebut terjadi?

    Reply
  • September 13, 2007 at 10:06 pm
    Permalink

    waktu apa ya yg tepat untuk berbuat seks ?

    Reply
  • September 14, 2007 at 11:56 pm
    Permalink

    Apakah boleh kita melakukan seks dengan istri, selama masa kehamilan?

    Reply
  • September 22, 2007 at 5:25 pm
    Permalink

    mungkin ini pertama kali aku membaca mengenai situs kehamilan, so thank.. for all.. lain kali gue amkan ngasih info juga kalo ada…?

    Reply
  • September 27, 2007 at 2:24 pm
    Permalink

    Thanks for info..kebetulan browsing ttg sex di masa kehamilan, eh nemu blog-nya mbak Lita. Mau nanya ni mbak, kalo ibu hamil katanya wajar ya mengalami penurunan gairah sexual? sy sdg hamil 30 minggu. Sudah beberapa bulan terakhir ini saya merasa kurang bergairah berhubungan dgn suami, awalnya berhasrat, tapi setelah “main” kok jadi males…ga selera ama suami, kayanya hampir semua aktivitas yang dilakukan suami selama berhubungan salah. Kadang saya jijik, sebel liat suami bahkan kayanya sensitivitas beberapa organ tubuh menurun, jd tidak terlalu terangsang. Akibatnya lubrikasi kurang & suami frustasi sendiri krn susah penetrasi. Setelah itu suami jd kebawa menurun gairahnya..krn sy juga suka mengkontrol suami pada waktu berhub (dgn gerakan, isyarat, atau ucapan).Hiks2 parah ya mbak? Sy mhn solusinya ASAP ya? Thanks

    Reply
  • September 28, 2007 at 1:37 am
    Permalink

    Vivi
    Yang paling akurat, hanya Tuhan yang tahu hehehe…
    Saya sendiri punya pengalaman yang berkebalikan, jadi cenderung lebih percaya pada penjelasan bahwa pengaruh hormon dalam sperma tidak signifikan untuk memicu persalinan (kecuali memang sudah tiba saatnya dan waktunya tepat sekali).

    Kimi
    Sila dibaca ulang dari judul sampai selesai.

    Okami
    Sama-sama.

    Trie
    Kalau sedang hamil atau menstruasi, hormon banyak sekali berpengaruh dan seringkali membuat banyak hal jadi ‘berantakan’. Ngga papa, bukan hal yang aneh ketika ibu hamil malas, ngga berselera, atau malah sebel sama suami hehehe…
    Sampai tingkatan yang mbak ceritakan, tidak tampak butuh interupsi bagi saya.

    Solusi? Bagaimana kalau dibicarakan langsung dengan suami? Tentang kondisi yang males, ngga mood, atau sebel ngga jelas (pastinya, karena waktu sebelum hamil toh tidak punya masalah selera kan), semua yang mengganjal. Lebih baik dikatakan gamblang daripada berharap dimengerti. Iya kalau benar dimengerti, kalau malah bikin runyam karena merembet ke mampetnya komunikasi di masalah lain bagaimana? 🙂

    Suami mbak pasti mengerti. HARUS, karena yang berbuat harus mau menanggung risiko hehehe…
    Minta dia bersabar, setelah melahirkan dan nifas usai, ketika tubuh sudah pulih, pasti ada waktunya ‘minat’ kembali lagi dan bisa dinikmati bersama.

    Santai aja ya, mbak. Jangan dibawa berat di hati. Kalau ngga enak hati terus, kasihan janinnya 🙂
    Selamat menikmati kehamilan, semoga persalinannya nanti dimudahkan.

    Reply
  • September 29, 2007 at 10:33 am
    Permalink

    SMemang benar, hubungan seksual selama kehamilan tidaklah dilarang. Ada waktu-watu tertentu dimana hubungan ini lebih baik dihindari. Menurut buku Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita oleh Prof. Ida gde Bagus Manuaba,SpOG sebelum hamil 16 minggu jangan berhubungan karena plasenta(uri) belum terbentuk sempurna. Dan pada 14 hari sebelum kelahiran juga jangan. selengkapanya baca sendiri bukuya ya……
    Ohya terima kasih untuk penulis artikel ini karena bisa dijadikan referensi.

    Reply
  • December 1, 2007 at 9:14 am
    Permalink

    gmn cara menggugurkan kehamilan yang baru2???
    ada obatnya???
    cara kerja???
    taw apa gitu???
    plssss….ksh jawaban ya mbak….
    saya harap anda dpt membantu saya dlm menyelesaikan masalah ini…makasih

    Reply
    • December 1, 2007 at 7:35 pm
      Permalink

      @ Alba:
      Sama-sama. Terimakasih atas informasinya 🙂

      @ Ana:
      Ana, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Jangan coba-coba melakukannya sendiri atau oleh yang bukan ahlinya. Risikonya adalah perdarahan dan kematian. Dan saya bukan ahlinya.

      Reply
  • December 6, 2007 at 9:38 am
    Permalink

    ngakak…itu yang pertama q lakukan setelah baca. so..good bisa nambah referensi nih buatq. jadi pengen cepet nikah nich…

    Reply
  • December 11, 2007 at 9:23 pm
    Permalink

    kenapa sebelum berusia 16 minggu tidak boleh berhubungan sex mba…?kalau sudah terlajur piye mba?

    Reply
  • December 26, 2007 at 6:00 am
    Permalink

    mba lita, salam kenal.
    aku diam saja waktu suamiku minta untuk ngga kb. tapi baru dua minggu lalu, badanku langsung lemas melihat strip dua di test pack. air mataku juga ikut mleleh melihat si ragil 1 tahun yang awalnya dengan penuh heroisme ingin kususui hingga genap 30 bulan (sesuai alquran). aku sempat over pede juga mungkin, ngga akan hamil sampai si kecil kusapih, ternyata eh ternyata …

    saya pasrah, ‘namanya juga rejeki’ kata bapaknya anak-anak.

    oya, anakku dua. yang besar baru merayakan birthday ke 4. waktu kutanya dia bilang ngga mau punya adek bayi lagi. jadi ceritanya saya lagi sibuk menata hati, perencanaan pribadi ke depan, serta cash flow yang sekarangpun alhamdulillah masih tambal sulam. pernahkah mba lita temui kasus sejenis. what’s ur advice for my case?

    Reply
    • December 26, 2007 at 7:30 am
      Permalink

      Salam kenal juga, mbak (Febrina?) 🙂

      Saat hamil bisa dan boleh kok menyusui, mbak. Tidak akan menyebabkan asupan nutrisi untuk janin (dan kakaknya) terganggu. Tentu saja ini bisa dikonsultasikan dengan dokter kandungan, terutama jika kehamilannya berisiko tinggi dan rentan terhadap miscarriage.

      Setelah bayi lahir, kakaknya juga bisa tetap disusui. Judulnya jadi tandem nursing. ASI yang ‘baru’ akan menyesuaikan kandungannya dengan kebutuhan bayi yang baru lahir, jadi tak perlu khawatir ‘jatah’ adik direbut kakak 🙂

      Itu jika yang dikhawatirkan adalah ASI dan menyusui. Tentang lainnya, saya kirim email saja ya, mbak 🙂

      Reply
  • Pingback:Seks dan Kehamilan « Fibri Aryanto’s Weblog

  • January 21, 2008 at 11:52 am
    Permalink

    klo perawan g’pecah apa bisa sperma masuk

    Reply
  • February 8, 2008 at 10:01 am
    Permalink

    hi… boleh gabung ga?
    gw mau nanya nich
    1.walau udah minum pil KB apa mungkin terjadi kehamilan?
    berapa persen kemungkinannya?
    2. kalau ngelakuin hubungan seks dengan dua pria(terjadinya sekarang dan besok) apa bisa terjadi penyakin kelamin atau kena AIDS gitu.
    3. caranya tertural penyakit kelamin bagaimana, atau kena AIDS? TRUS CARA mengatasinya bagaimana?
    tolong ya….. makasih….

    Reply
  • February 11, 2008 at 2:38 pm
    Permalink

    istri saya skg hamil anak k2, pada khamilan skg usia 7bln pada daerah selankangan kanan ada pembengkakan otot sepanjang selankangan..apa itu suatu kelainan atau suatu hal yang wajar..jika itu kelainan mohon saran..terimakasih.

    Reply
  • February 18, 2008 at 8:20 am
    Permalink

    mbak, kalo pada kehamilan semester ketiga, sperma dikeluarkan didalam, ada efek negatifnya ngga? bisa bikin bayi lahir prematur ngga?.thanks ya..

    Reply
  • February 24, 2008 at 3:09 pm
    Permalink

    Thanks banget atas infonya….
    Biarpun blom merid, ini cocok untuk edukasi….
    Saya tunggu artikel lainnya….

    Reply
  • February 26, 2008 at 2:40 pm
    Permalink

    waktu saya setelah melahirkan kurang lebih 40 hari, setiap berhubungan didaerah dinding2 V (sorry) saya terasa nyeri dan sakit.

    Reply
  • February 29, 2008 at 12:45 am
    Permalink

    Sex di waktu hamil kan bagus.
    Itu salah satu bentuk kepedulian seorang ayah terhadap anaknya, dengan cara menengoknya 🙂

    Reply
  • March 14, 2008 at 11:09 am
    Permalink

    wah tq bgt bwt informasiny, kebetulan ne q br hamil 9minggu…

    Reply
  • April 23, 2008 at 10:47 am
    Permalink

    Boss…kalo bini gw baru hamil 2 bln.Tapi “selera” nya ga padam,malah sering Request(Tembang Kenangan kalee..:D).Gw nya yg ngeri coz pnah abortus di kehamilan pertama.So..dislimur-2no aja..Biar lupa….kekekeke Gw takut pas “Gempa Bumi” bikin janinnya knapa2..ADA NASEHAT GA DARI YG UDAH RIBUAN TUH JAM TERBANGNYA ??? (Mohon pencerahan niiii…..)

    Reply
  • September 20, 2008 at 9:56 pm
    Permalink

    bini gue ga ade nafsunya……….nape ye ????udah masuh trimester ke dua neh….

    Reply
    • September 21, 2008 at 10:11 pm
      Permalink

      Udeh diajak ngobrol belon, pak? :mrgreen:
      Emang gak pengen, kali. Gak harus pengen kan hehehe…
      Kali pengennya disayang-sayang aja 🙂

      Reply
  • November 13, 2008 at 7:58 pm
    Permalink

    Wah seru juga baca ttg kehamilannya. Kebetulan aku (suami) sempat kuatir juga melihat istri terkadang flek ringan… mungkin karena kecapean bekerja, karena sudah memasuki minggu ke 14. sudah ditanya sama dokter sih, cuma perlu istirahat/ bed rest dan tidak stress. Terutama soal hubungan intim, sepertinya saya sebagai suami harus memaklumi (hehe….jadi puasa lama neh) bisa2 selama masa kehamilan, krn hal itu perlu dijaga untuk menghindari hal2 yang tidak diinginkan.

    Reply
  • April 6, 2009 at 9:28 pm
    Permalink

    ada nggak video persalinan normal

    Reply
    • April 11, 2009 at 8:39 am
      Permalink

      Maaf dok, saya tidak punya.
      Kalau video inisiasi menyusu dini ada sih di website AIMI hehehe… *ngga menjawab, ya*

      Reply
  • April 17, 2009 at 12:13 pm
    Permalink

    justru kalo hamil tua , misal mendekati hpl harus banyak digunakan ml..sangat efektif dan membantu kelancaran persalinan. saya setiap mendekati hpl selalu banyak digunakan ml..hasilnya..persalinan berjalan cepet banget dan lancar..cuma 0,5 jam.tapi dengan catatan kehamilannya normal tanpa halangan misal penyakit

    Reply
  • April 22, 2009 at 11:21 am
    Permalink

    saya sedang hamil trisemester kedua.saat ML kok terasa sakit di vagina,kenapa ya?

    Reply
  • September 21, 2009 at 7:27 am
    Permalink

    saya wanita 27 tahun n udah nikah 5 tahun yg lalu. tapi sampai skrg belon di karuniai dedek. pas buka halaman ini, jadi pingin deh praktekinnya…. tapi,… kapan yah bisa….

    Reply
  • October 20, 2009 at 11:37 am
    Permalink

    pengetahuan yang baik untuk setiap keluarga.semoga dapat lebih lagi dalam memberikan info-info yang bermanfaat….GBU

    Reply
  • November 24, 2009 at 1:04 pm
    Permalink

    Entah knp,hamil mlh mbwt saya mrsa lbh bergairah,ingin sllu dmanja n dsyg.. Tp tbuh sya cpt capek,gairah gede tp kondisi tbuh g’ jdx g’nyambung..

    Reply
  • December 2, 2009 at 6:07 am
    Permalink

    “”wow pucing deh gw””
    No comment ja dech kn gw blm pglman.
    *tp gmn nt y…gw cba dlu dech…hikz..hikz..

    Reply
  • December 7, 2009 at 10:30 am
    Permalink

    boleh gbung?
    skr nih sy lg hamil 5 blan. sejak trimester pertama sampai saat ini, sy msh sering berhubungan intim sm suami, wlo tdk seintens sblum hamil, tp spertinya tdk ad perubahan (posisi sy slalu di bwah, hehe…..)
    yg ingin sy tanyakan, berpengaruh gak pada kandungan/janin sya?
    trims bgt………….

    Reply
  • December 7, 2009 at 1:37 pm
    Permalink

    @Handa,
    Kalau kehamilannya normal, seharusnya posisi tidak berpengaruh terhadap janin. Terhadap ibunya, mungkin iya 🙂

    Reply
  • December 21, 2009 at 6:05 pm
    Permalink

    aduh..jadi malu eung baca2nya tapi kayanya bakal di praktekin deh hehe….

    Reply
  • January 2, 2010 at 1:43 pm
    Permalink

    wah…makacih ya….
    lengkap buanget…

    Reply
  • January 9, 2010 at 9:12 pm
    Permalink

    website yg bagus.. 🙂 saya lg hamil 8 mggu n anak yg ke 4. tapi tetap aja sering cari ilmu ttg kehamilan. krn buat saya, kehamilan anak ke1 smpi ke4 gak ada yg sm. bawaanx beda semua, termasuk soal seks…:( ada bagusx jg pake sugesti bahwa hamil adalah suatu hal yg menyenangkan…semua yg dikerjakan termasuk seks jg akan menyenangkn…

    Reply
  • January 15, 2010 at 2:43 pm
    Permalink

    Ikutan dun. . .
    Pengantin bru nc jd blm pengalaman dc,

    Reply
  • January 25, 2010 at 10:26 am
    Permalink

    diusahakan agar hubungan sex dapat terus dilakukan meskipun istri sedang hamil, takutnya kl gak kashian untuk keduanya…… kan sama-sama pengen. he…he…..

    Reply
  • January 28, 2010 at 10:13 pm
    Permalink

    Pada saat hamil tua … bolehkah saya orgasme … apa tidak berbahaya ? atas sarannya trims

    Reply
  • January 31, 2010 at 10:05 am
    Permalink

    lam kenal bu…aku kebetulan lg hamil dah tinggal nunggu waktu persalinan,tp kita jarang ml krn males,dah gitu suami kasian liat saya perut gendut…tp misal kita ml,saya ga sampe orgasme,mungkin krn malas duluan kali ya bu..pertanyaan saya pengaruh ga ke kehamilan yg kt nya kl dah waktunya bs mempercepat kelahiran,kl kita ga orgasme gitu….tolong donk kasih masukan…thanks ya…

    Reply
  • February 17, 2010 at 9:55 am
    Permalink

    lumayan ngerti karang…tapi lum bisa praktek, gimana dong???

    Reply
  • March 21, 2010 at 8:02 pm
    Permalink

    Wah np bnyak yang n0 c0ment y?
    Untk sorang pria,jangan egois ya,jgn lgsung to the poin,tnya2 mana posisi yg diinginkan sang wnita..tahan dlu jika um mue orgasm3..pokonya hrz da komunikasi,n wat wnitanya,jgn mpe tnduk m pria,kemukakan ja keinginane pa..ok?jgn mlu2 dunk..kan ma suami ndri..hehehe

    Reply
  • April 10, 2010 at 4:26 pm
    Permalink

    asyiiikkk….
    buat bekal ntar kalo aku hamil
    hehhehehe……..

    biarr gag kelabakan!!

    Reply
  • May 2, 2010 at 8:36 pm
    Permalink

    aku hamil 3 bln jalan 4 udah 2x keluar darah pas periksa ke dr malah ngk boleh berhub dulu tuh ama misua

    Reply
  • May 5, 2010 at 3:02 pm
    Permalink

    mba blh tnya ga…?sy bru az ke guguran ni sktr 1 bln yg lalu,gr2 jatuh dr tangga….sampe saat ini udh 2 minggu drh nya msh klwr tp udh agak coklat2 gt tinggl sdkit,,apa ga akan terjadi apa apa ya mba sm sy nnti…??
    mhon jwbny atou koment nya ya mba…???
    makasih…….

    Reply
  • June 8, 2010 at 9:11 pm
    Permalink

    salam kenal bt smuanya,,,,,saya orang br msk blog ini,,,,,bahasannya boljug!!!!!Btw ,banyak bgt pengetahuan yg saya dapat disini,,,,maklum walaupun anak saya udah mau 2,tapi pengetahuan saya tentang sex dan kehamilan masih perlu lebih banyak lagi.alhamdulillah istri uda hamil yang ke 2 setelah mau 9 tahun menunggu akhirnya dapat juga.sekarang istri memasuki usia kehamilan 2 bln.mudah2an gada halang rintang sampai nanti melahirkan,,,AMIN.terima kasih

    Reply
  • June 26, 2010 at 10:52 am
    Permalink

    Wah…lha aku kok malah libur berbulan2…paling 2-3 bulan sekali itupun pengen cepet2 selesai..sakit euy…masalahnya aku ngak releks….tapi untuk suamiku tercinta memahami aku..dan kasih sayang bisa diungkapkan dengan cara lain…..

    Reply
  • July 4, 2010 at 11:07 am
    Permalink

    wah, pada awalnya sy jg kawatir hub. sex dg istri saat hamil … namun adanya info dari banana talk mmmmm jd lega … tq so much

    Reply
  • August 9, 2010 at 8:58 pm
    Permalink

    Wah knp y ibu hmil kq pngn d manja trs ma suami,,,hiks. .hiks

    Reply
  • September 9, 2010 at 4:52 pm
    Permalink

    Hhmmm…………………. (^_^)

    Moga_moga Lancar smpe lahir&Sehat Wa’alfiat..(AMIEN)

    Reply
  • September 16, 2010 at 5:24 pm
    Permalink

    Saya ingin sekali untuk mempelajari dan lebih mendalam tentang apa yang terjadi dan menjadi konskuensi pada saat melakukan hubungan sex pada saat hamil tua.

    Reply
  • October 12, 2010 at 10:46 am
    Permalink

    wuduh… dapet ilmu neh mbak.. tengkyu b4 yah… btw, karena swami sibuk kerja trus saking khawatirnya sama kehamilanku yang udah trismester ketiga hub sex kita jadi kurang gimana gitu… gimana cara ngejelasinnya ke suami yah…

    Reply
  • November 21, 2010 at 11:26 pm
    Permalink

    Slm kenal mbak lita, wah.. Banyak pengetahuan tentang seks semasa kehamilan nich, nambah2 knowladge… Mbak, saya sekarang lagi hamil 5 bulan.. Dan ini adalah kehamilan yg pertama, sejak bulan pertama hamil, suami saya ditugaskan utk berlayar k singapore.. Jadi, untuk hubgan seks kami berdua tdk intens, pdhl, saya pengen untuk ML dng suami saya.. Jalan satu2nya, terpaksa saya harus melakukan masturbaSi sendiri. Yg ingin saya tanyakan, apakah, masturbasi akan berpengaruh scr psikologis ataupun fisik thdp perkembangan janin. Thanks yach mbak.

    Reply
  • March 14, 2011 at 2:32 pm
    Permalink

    saya sedang mngandung dengan memasuki usia krang lbih 6 bulan,saya sangat bingung kenapa gairah dalam sex saya kurang bisa orgasme,,..

    Reply
  • April 25, 2011 at 1:32 am
    Permalink

    wah ko asik jg nimbrung sm jeng lita dan kawan kawan, gini lho permasalahanya, saat ini istri saya lg hamil 6 bln, sejak kehahilan usia 3 bln kami tidak melakukan acara “nengok si junior”. karena tugas yang menjadikan saya lebih sering di luar rumah hingga berbulan bulan, apakah hal itu bisa mengakibatkan yang tidak baik pd si junior/ pd istri baik pd perkembangan dan mentalnya?

    Reply
  • August 12, 2011 at 1:36 pm
    Permalink

    semanjak istri hamil kmi bwaaanya pgen trus gmn y kl tiap hri bhaya g

    Reply
  • August 18, 2011 at 4:14 am
    Permalink

    Blognya bagus Mbak. Yang namanya dunia perempuan memang unik, apalagi yang menyangkut reproduksi.Saya telat ni bacanya, udah terlanjur anak 2 niy. Tapi bakalan keep in memory deh, in case hamil lagi. Good luck to you, Sis… (hehe, sorry sok akrab, salam kenal ya)

    Reply
  • August 21, 2011 at 9:54 pm
    Permalink

    thanks atas infonya mbak,,
    berguna banget ney, apalagi di trimester pertama kehamilan pertama saya….

    kasian suami kalo ‘puasa’ terus.. tp aku takut janinnya kenapa.napa….

    thank a lot ya mba….

    Reply
  • September 28, 2011 at 9:32 am
    Permalink

    thanks atas masukannya.jadi banyak pengetahuan ,sy gi memasuki trimester 3.knp agak malas ya ?kadang kasian suami…

    Reply
  • October 10, 2011 at 11:05 pm
    Permalink

    sy bru aja hbis melahirkan pas lebaran kemrin,ank sy sehat,brt ny 3,4kg.tpi syg dia cm 2 hari..kadang sk sedih kalu ingat dia..dn jadi pgen cept2 punya lagi ganti nya,biar g trlalu sedh kalu ingat byi nya..kira2 harus KB brapa buln dlu bru boleh hamil lagi..biar g ada maslh ma kandugan nya.mhon solusinya ya

    Reply
  • October 12, 2011 at 11:39 pm
    Permalink

    gokill, q kok bisa2nya baca artikel ini, kebayang klo mraktekinya gimana gitow pasti lucu, tp istri aja blum punya kpn prakteknya

    Reply
  • October 15, 2011 at 10:47 am
    Permalink

    wah aq dah punya anak 3 he he he asik kok hamil lucu…..

    Reply
  • October 22, 2011 at 7:36 pm
    Permalink

    Salam knal mba. Alhamdulilah sy sdg hamil 2bln stlh 2 thn menikah. Krn da lumayan lama nunggunya sy dan suami jd ekstra hati2 dlm brcinta. Ktnya di trimester awal lbh baik tdk, tp kasian suami puasa lama2. Akhirnya kt putuskan utk ML tp dgn hati2 bgt. Menurut sy intinya trgantung kondisi kehamilan, kl beresiko lbh baik waspada.

    Reply
  • October 24, 2011 at 1:06 pm
    Permalink

    numpang tanya ne mbak,biasanya kehamilan tu bs trjd stelah brp mnggu brhubungan?
    saya bru 2 mnggu mnikah dan hrs pisah dgn suami krn saya krja di bali dan suami di kalimantan,kra2 da kmungkinan hmil g mbak?

    Reply
  • October 24, 2011 at 10:35 pm
    Permalink

    istimewaaaaaa,,,
    sampai nggak bisa djelaskan dengan kata kata,,,,,wkk….wkk
    salut, n thank tipnyaaa,”//////

    Reply
  • October 30, 2011 at 9:37 am
    Permalink

    hai mbk lita. .ne mw k0nsutasi ne.. Sya dh bristri n sdag hmil muda umur kndgan hmpir 3 blan ne yg sya keluhkn lw saAt sya brhub sex istri sya mengluh krn peruT ny trasa skit saAt penis msuk k vagina dlam2 ,nyeri septi saAt haid n septi d tUsuk2 ktanya. TU npa y mbk?

    Reply
  • December 25, 2011 at 10:58 pm
    Permalink

    teh lita,istri sy sring mngeluh jika sdh brhubngan sring skit kepala…n nyri pd sluruh bdn,knpa dmikian teh ya? pdhl ini sdh ank ke 3,

    Reply
  • December 26, 2011 at 8:53 am
    Permalink

    makacih yaa atas pengalamanyaaa…

    Reply
  • January 31, 2012 at 6:38 pm
    Permalink

    hmmmmmmmmmmmmmm

    Reply
  • February 20, 2012 at 3:28 pm
    Permalink

    makasih banget infonya……………………..buat bu lita n lainnya q minta do’anya ya karna sekarang qta lagi planing untuk anak ke-2 maunya sich segera itupun kalau yang di Atas megizinkan qta(Amien……..)

    Reply
  • February 25, 2012 at 3:19 pm
    Permalink

    hamil 5 bln lebih,suamiku g’mau lg bhub intim,alasany g’tegalah,kasian si ddk lah, padahal gairah ku normal2 ja… Skrg tgl nunggu hari mnjlg melahirkn,sprtny musti kudu ml neh,biar lancar pas lahiran

    Reply
  • February 25, 2012 at 9:18 pm
    Permalink

    Makasi,,sudah shere ,,…

    Reply
  • March 10, 2012 at 11:36 am
    Permalink

    Semua kegiatan seks dalam berumah tangga hendaknya dilandasai dengan kasih sayang dan bukan bermaksud kepentinga nafsu semata

    Reply
  • March 11, 2012 at 7:23 pm
    Permalink

    Q tertarik dengan percakapan ini..
    krn bisa nambah ilmu untukku ketika Q akan berkeluarga..
    thank’s..

    Reply
  • May 20, 2012 at 6:10 am
    Permalink

    luar biasa dialog ini…. istriku hamil 6 bulan tp ga pernah mau libur…. orgasm pake tangan juga ga mau…. harus pake itu terus … hikx…. kadang malah nggak cukup sekali maunya… dua mpe tiga kali….. kadang sekali klimax dapat dua katanya…. dpt dr luar dan dalam…. heheheheheh.. ada2 aja cewek itu…. jadi mmg bner suami harus bener2 pinter menej ejakulasinya….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.