Seberapa sering anda mendengar istilah ‘asam urat’? Jika dalam lingkar pergaulan atau di keluarga anda ada yang berusia di atas 40 tahun, asam urat akan sering tersebut dalam percakapan sehari-hari. Selain kolesterol, lemak, gula darah, dan lain-lain yang biasanya memang menjadi isu perhatian yang makin penting seiring pertambahan usia.

Asam urat diidentikkan dengan makanan tertentu, misalnya emping. Baru memungut sekeping emping pun, di kantor, pasti akan ada yang komentar, “Awas, asam urat, lho!”. Saya memang tidak begitu suka emping jadi tidak sulit jika diminta menghindarinya. Tapi sebetulnya asam urat itu apa, sih? Apa iya gejalanya berhubungan dengan urat dan sendi? Makanan yang harus diwaspadai apa? Berikut ini saya rangkumkan.

Senyawa asam urat

Asam urat adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dan nitrogen (N) -jika ingin melihat struktur molekul dan sifat, silakan ke halaman Wikipedia tentang asam urat. Senyawa ini adalah buangan/limbah yang dihasilkan oleh penguraian sel mati yang melepaskan senyawa purin (jenis senyawa basa) yang terkandung dalam banyak macam makanan. Semua orang memiliki asam urat dalam darahnya dengan kadar tertentu. Secara normal, asam urat akan terbawa dalam aliran darah menuju ginjal dan terbuang bersama urin (air kencing).

Gambar molekul diambil dari 3dchem.

Walaupun tergolong sebagai asam, namun kelarutannya dalam air cukup rendah. Jadi penyelesaian masalah ‘penyakit asam urat’ ini tidak cukup dengan memperbanyak minum. Karena tidak mudah larut dan cenderung mudah memadat, maka senyawa ini (beserta senyawa garam turunannya) dapat mengendap di persendian dan jaringan, sehingga dalam jangka waktu panjang dapat merusak persendian. 

Kelebihan asam urat

Penyakit kelebihan asam urat adalah hyperuricemia, yaitu kadar asam urat berlebih (di atas normal 3.5 – 7.2 mg/dL.) dalam darah. Ini terjadi jika tubuh menghasilkan asam urat berlebihan atau tidak mampu menguraikan sebanyak yang dibutuhkan. Sedangkan yang sering disebut sebagai ‘sakit asam urat’ oleh kebanyakan orang adalah gout, atau disebut juga arthritis gout, yaitu salah satu jenis radang pada persendian akibat endapat kristal garam natrium urat di sendi. Di antara gejala gout adalah rasa sakit dan kaku di persendian, bengkak, kemerahan dan rasa panas.

Pada dasarnya kadar asam urat yang tinggi tidak selalu menyebabkan masalah. Namun beberapa orang yang lebih rentan terhadap kadar asam urat dapat menderita gout, batu ginjal atau gagal ginjal yang disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi. Kadar asam urat yang tinggi terkadang muncul sebelum masalah tekanan darah tinggi dimulai, penyakit jantung, atau penyakit ginjal yang kronis. Namun tidak selalu dapat dihubungkan secara langsung apakah asam urat menjadi pemicu atau penanda awal penyakit-penyakit ini.

Penyandang risiko kelebihan asam urat

Beberapa orang akan memiliki risiko yang lebih tinggi dari sebagian yang lain untuk mengalami kelebihan asam urat dalam darahnya, di antaranya adalah:

  • Keturunan/genetik
  • Laki-laki, biasanya lebih umum, serangan pertama pada usia 40-55 tahun. Sedangkan pada perempuan, jika terjadi, biasanya setelah menopause.
  • Minum alkohol
  • Kegemukan
  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal

Penanganan gout

Biasanya serangan gout bisa reda sendiri. Namun jika tidak diberikan penanganan berupa penurunan kadar asam urat, maka radang sendi akan berlangsung semakin lama, semakin sering dan semakin sakit. Jika dibiarkan, kadar asam urat yang sangat tinggi dapat memicu batu ginjal, yang berarti masalah baru. Penanganan gout adalah dengan konsumsi obat yang fungsinya adalah menurunkan kadar timbunan senyawa urat, pengurang rasa sakit, dan anti peradangan.

Yang juga penting dalam menangani gout adalah diet (pengaturan makanan). Untuk yang ini silakan dicari sendiri karena banyak variasinya.

Salah paham asam urat

Salahnya di mana? Salah kaprahnya adalah di kaitan antara asam urat dengan urat. Penamaan seyawa asam organik dalam bahasa Inggris adalah […]ic acid, diterjemahkan ke dalam penamaan berbahasa Indonesia menjadi asam […]at. Misalnya acetic acid menjadi asam asetat. Uric acid ya menjadi asam urat. Kebetulan, kelebihan asam urat ini ditandai dengan sakit di persendian. Tapi dinamai ‘asam urat’ bukan karena menyebabkan sakit di urat.

Selain itu, penyebutannya bukan ‘sakit asam urat’. Ini seperti bilang ‘sakit gula’ untuk diabetes. Istilah yang lebih tepat adalah gout (untuk keseluruhan gejala) atau radang sendi (jika yang dimaksud hanya sakit pada persendian, tidak selalu disebabkan oleh asam urat).

Perbedaan artikel Wikipedia tentang asam urat

Yang juga menarik bagi saya adalah dua halaman wikipedia tentang asam urat berbeda jauh sekali dari detil penjelasannya. Yang berbahasa Inggris lebih teknis (kimiawi-biologi) sedangkan yang berbahasa Indonesia lebih praktis dan lebih ke panduan makanan, namun tidak menyertakan tautan ke artikel medis yang dibuat oleh sumber terkenal yang dapat diandalkan. Yang disediakan adalah tautan ke artikel majalah kesehatan dan forum tentang asam urat.

Apakah perbedaan ini juga disebabkan oleh salah kaprah pengertian tentang asam urat? Ataukah memang disesuaikan dengan cara orang Indonesia (umumnya) berpikir tentang asam urat sehingga tidak dipermasalahkan perbedaan isinya dengan laman yang berbahasa Inggris? Karena menurut saya perbedaan isinya seharusnya tidak besar. Bahasa pengantarnya saja yang menjadi perbedaan utama.

Sumber bacaan:

  1. Uric acid (berbahasa Inggris), Asam urat (berbahasa Indonesia), Wikipedia.
  2. High Uric Acid Level, Mayoclinic.
  3. Gout, Medline Plus.
  4. Gout and Uric Acid Education Society.
Asam Urat dan Radang Sendi

2 thoughts on “Asam Urat dan Radang Sendi

  • September 10, 2012 at 1:25 pm
    Permalink

    wahh mbak Lita sudah kembali, senang sekali saya 🙂
    saya pembaca baru yang senang dengan sharing ilmunya Mbak Lita, Salam.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *