Skin Treatment 1

Lebih dari setahun ini kulitku bermasalah. Katanya masalah kejiwaan erat hubungannya dengan jerawat. Entah itu memang sudah dibuktikan secara medis atau bagaimana, yang jelas sih banyak penyakit yang mampir kalau pikiran juga sedang ‘sakit’. Ya sudahlah, ini diterima saja. ‘Bagian dalam’ memang PR tersendiri. Tapi bukan berarti bagian luar harus menampakkan jelas-jelas bahwa dalamnya sedang tidak beres, kan?

Awalnya dari krim malam yang habis. Terakhir yang aku suka itu L’oreal Revitalift. Sayangnya kok lupa persisnya apa dan kemasannya bagaimana. Waktu beli lagi, sepertinya dapat formula lain (atau memang produknya lain). Sejak itu mulai bermasalah dengan jerawat dan jenis kulit. Sekarang jadi berminyak dan dehidrasi. *hela napas* Susah. Biasanya kalau berminyak ya dirawat untuk mengurangi produksi sebum (minyak). Tapi ini kulitnya kering. Gimana coba?Β 

Ganti dengan SK II. Awalnya enak. Lembap dan tingkat kekeringan berkurang. Bau ya SK II Facial Treatment Essence itu. Tapi karena produk perawatan kulit memang sebaiknya tidak mengandung parfum (fragrance) ya diterima saja. Namun jadi berjerawat juga. Bukan komedo, tapi jerawat besar. Sakit πŸ™ Karena sudah berhenti pakai yang lain, aku berkesimpulan memang SK II ini yang memicu masalah baru.

Ganti dengan skincare yang paling simpel dan tidak punya imbuhan anti-aging, deh. Ada satu pot L’oreal White Perfect. Dulu pakai ini tidak masalah, jadi coba saja lagi untuk mengatasi kulit keringku. Biasanya produk yang mengandung pemutih akan memicu pembentukan sebum. Ya sudahlah ya, lebih sering pakai blot paper saja. Jerawat masih muncul, walau berkurang intensitasnya.

Mulai jenuh dengan jerawat, jadi mulai browsing klinik kulit. Disarankan untuk tanya ke ‘suspected clients’ hehe… Biasanya profesi tertentu sangat peduli dengan penampilan, misalnya dokter gigi (langgananku semuanya cantik-cantik, lho, kulitnya bagus -OK ini generalisasi). Dari orangtua murid yang berprofesi dokter gigi, aku disarankan ke Jakarta Skin CentreΒ (JSC), atau ke dokter yang praktiknya di depan RS Cikini. Keduanya berhubungan bapak-anak, “Sama-sama jago, kok. Semoga cocok, ya.” Baiklah.

Karena lebih mudah mencari informasi tentang JSC, jadilah aku ke sana. Radio Dalam jauh yaaa dari Kalimalang haha… Jalan ini mengingatkan pada Kemang. Penomoran bangungannya nggak karuan. Di JSC, ruang tunggu dan lain-lainnya kecil, tapi ruang tindakannya leluasa (kalau tidak boleh dibilang besar). Langsung minta dr. Edwin Djuanda (seperti yang disarankan), lalu antre.

Saat giliranku, tak lebih dari 5 menit sejak duduk, ditanya masalahnya apa, dilihat sekilas dengan kacamata pembesar, dan dicatatkan resep. Aku yang tidak terbiasa dengan pelayanan kilat sampai bingung dan berusaha bertanya apakah masalah hormon ada hubungannya dengan masalah kulitku ini. Bulan ini memang di luar kebiasaan. Tapi dokter hanya menjawab singkat dan mengimplikasikan bahwa masalah jerawatnya diatasi dulu. “Kembali ke sini kalau obatnya sudah habis.”

Kukira sedikit, ternyata banyak… O_o Pikirku, “Ini habisnya kapan??”

Dari resep, aku mendapat sabun cair (JSC 3), toner (JSC 1), whitening cream (ah tulisan di resepnya tidak terbaca persisnya kandungannya apa), pelembap (JSC 4) yang mengandung Retin A 0,05%, lalu campuran bau yang isinya erymed gelΒ (eritromisin, antibiotik), sulfur dan cairan LCD (liquor carbonis detergens). Kukira yang bau ini dipakai malam, ternyata justru jadi krim pagi. Oh, no… harus sebau ini sepanjang hari sampai krimnya habis? :((

Sampai rumah, semua skincare lain disimpan di lemari. Digantikan botol dan pot putih tanpa label selain JSC #. Ini hari ketiga pemakaian serangkaian produk resep dan perbaikan sudah kelihatan. Jerawat mereda (alhamdulillah, setidaknya bau yang sangat mengganggu itu ada hasilnya), kulit lebih cerah (iya lah, dikelupas kok), kencang (tight, kalau bangun tidur lalu menguap, sakit), dan mulai terasa perih.

Tentunya saat konsultasi disempatkan bertanya. “Ada larangan tertentu?”, yang dijawab dengan, “Seperti biasa saja. Jangan makan makanan yang terlalu berlemak (untungnya memang tidak suka), atau pedas-pedas (ngga suka juga).” Kalau makeup bagaimana? “Kalau pakai makeup ya jangan lupa dibersihkan.” SOP. Tapi berarti boleh, dong? Ya, ya… sebaiknya tidak, supaya kalau ada reaksi kulit bisa diketahui penyebabnya yang mana.

The quest to beauty. It’s painful for the skin and it hurts my wallet πŸ˜€ Konsultasi saja berbiaya Rp 195.000 (karena spesialis di klinik spesialis), lalu 5 produk perawatan seharga Rp 303.800. Mahal? Tergantung pembandingnya. Ini kalau ditotal juga belum seharga sebotol SK II FTE. Tapi kalau dibandingkan di RSUD atau SPP anak, ya jelas lebih mahal. Sudah ditekadkan dan diperkirakan, jadi ini bisa diterima.

Sekian dulu cerita no pain no gain di hari ketiga. Nanti cerita lagi perkembangan selanjutnya. Semoga jadi lebih baik.

5 Comments

  1. Retin A atau Tretinoin | BananaTalk

    November 1, 2012 at 9:56 am

    […] Retin A, adalah satu kandungan aktif perawatan kulit (ada di produk yang kupakai juga, ceritanya di sini) yang sedang populer saat ini. Tretinoin, from […]

  2. Ambar

    November 24, 2012 at 8:05 am

    Salam kenal! This blog is uber-interesting, informative and enriching!! Are you a teacher? Same here! πŸ™‚ Impressed by your English, indeed, it’s an upper-advance style πŸ™‚ Did you ever live in an English-speaking country to possess that English mastery? Eager to know you more πŸ™‚
    Btw, I wanna share a bit about my experience in dealing with dermatologist. Am using Erha Clinic. It’s on Cipinang Indah. Near my house. so public transportation fare and the jam won’t be the obstacles πŸ˜‰ it’s highly recommended. My acnes soothe down once I put the cream on. The dermatologist’ rate there is 160k and the whole package of treatment creams range from 300k up to ummm… maybe 500k, depends on the skin problem. Trust me, it’s worth it! πŸ˜‰ The bold line is, your blog goes to my fav! πŸ˜€ Keep on writing!

    1. Lita

      November 24, 2012 at 10:34 pm

      Hi, Ambar πŸ™‚
      Am a teacher, yes. Nope, never live abroad before.
      Glad you come by this blog. Thank you for sharing & the encouragement.

  3. Asa

    March 19, 2014 at 9:03 pm

    Hai Ambar dan Lita..
    Ambar, boleh infokah sm dokter siapa di ErhaClinic Cipinang Indah? Saya ada rencana untuk ke situ, tp blm tau siapa dokter yg paling oke.. Lita masih pake JSC nya kah sampe skrg?

  4. 3 Best Pimples Skin Treatment Strategies For A More healthy Skin – Affresh Washer Cleaner

    April 11, 2020 at 7:17 am

    […] Skin Treatment 1 – bananaTALK – 28/10/2012 οΎ Β· Skin Treatment 1. Lebih dari setahun ini kulitku bermasalah. Katanya masalah kejiwaan erat hubungannya dengan jerawat. Entah itu memang sudah dibuktikan secara medis atau bagaimana, yang jelas sih banyak penyakit yang mampir kalau pikiran juga sedang β€˜sakit’. … Lita October 28, 2012 Beauty, Health 4 Comments … Powered by WordPress … […]

Leave a Reply to Retin A atau Tretinoin | BananaTalk Cancel

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.