Mengenal Eyeliner Pensil

Eyeliner pensil sangat ramah bagi pemula. Bentuknya seperti pensil, disertai dengan tutup (semacam tutup ballpoint). Untuk pemakaian, cukup buka tutupnya dan langsung torehkan ke garis mata. Sederhana dan hasil goresannya tidak terlalu peka terhadap gerakan.

courtesy of makeupandbeautyblog.com
Image from makeupandbeautyblog.com

Pemakaian eyeliner pensil pun tidak memerlukan kuas seperti eyeliner cair atau gel. Tapi untuk sentuhan akhir atau merapikan, kuas bisa dipakai. Misalnya untuk merapikan bentuk (yang tadinya tepi goresannya agak ‘keriting’) atau untuk membuat wing di sudut luar mata.

Beberapa yang khas di eyeliner pensil:

  1. Harus diraut. Tidak harus runcing, memang. Seperti kita memakai pensil untuk menulis, terlalu runcing tidak enak. Menyakitkan kelopak mata. Tapi terlalu tumpul juga tidak enak. Kurang presisi (lebih lebar garisnya).
  2. Karena perlu diraut, maka sebagian produk akan terbuang saat pensil diruncingkan. Tip umum untuk mengurangi produk yang terbuang adalah dengan menyimpan eyeliner pensil beberapa menit dalam lemari pendingin hingga bagian isinya agak mengeras, setelah itu barulah diraut. Mungkin ini akan bermanfaat untuk eyeliner pensil yang ‘creamy’ dan (sangat) lunak. Karena jika formulasinya memang sudah agak keras, pendinginan (kurasa) tak banyak berpengaruh. Jujur, belum pernah kucoba. Tak begitu pun, eyeliner pensilku belum ada yang habis…
  3. Image from makingupthemw.com
    Image from makingupthemw.com

    Tekstur hasil aplikasi biasanya lebih bervariasi antar warna daripada eyeliner cair. Antara yang hasil akhirnya matte (tidak berkilau), shimmer (ada kilau halus), dan mengandung glitter (partikel pemantul cahaya yang lebih besar daripada yang jenis shimmer). Mungkin yang matte lebih kesat, yang glitter lebih kasar, atau yang shimmer kurang keluar warnanya, dalam merk dan jenis yang sama. Pada gambar di atas, kita bisa bandingkan antara yang shimmery (perak & keemasan, hijau & hijau zaitun tampak lebih ‘kalem’) dengan yang matte (putih & coklat).

  4. Dibandingkan dengan eyeliner gel atau cair yang setara (secara harga maupun kualitas), intensitas warna eyeliner pensil biasanya lebih rendah. Untuk mencapai kepekatan atau intensitas warna tertentu, pemakaian eyeliner dapat diulang (ditimpa) jika perlu.
  5. Karena bentuknya yang padat, risiko kulit ‘tertarik’ saat mengaplikasikan eyeliner lebih besar daripada penggunaan eyeliner cair atau gel. Jika bingung dengan penjelasan ini, silakan coba untuk menggoreskan eyeliner di punggung tangan. Ada bagian kulit yang tergeser, kan? Sebagian orang merasa ini bukanlah masalah. Namun jika kulit di sekitar mata mulai berkurang elastisitasnya karena usia, goresan eyeliner pensil dapat menambah masalah kerutan, juga mengurangi presisi; goresan eyeliner akan tampak patah-patah. Ini bisa diatasi dengan memilih eyeliner pensil yang lebih lunak, atau beralih ke eyeliner gel atau cair.
Image from temptalia.com
Image from temptalia.com

Aturan umum untuk pemula pengguna kosmetik: mulai dari yang relatif murah saja dulu. Kalau sudah menguasai cara pakainya, silakan lanjutkan petualangan untuk mencari holy grail product (temuan yang mengakhiri pencarianmu karena yang diinginkan telah didapati).

Berlebihan, ya? Istilah ini biasa, kok. Kalau menemukan kata-kata semacam ‘HG eyeliner gue, nih!’, berarti produk tersebut adalah ‘temuan berharga’nya yang harus tersedia dan biasanya paling sering dipakai. Uniknya, walaupun produk HG sudah ditemukan, petualangan tidak lantas berhenti, lho. Banyak juga yang tetap ingin coba-coba yang lain. Kalau ketemu yang lebih berkenan di hati, dapatlah HG yang baru 🙂

Image from allurabeauty.com
Image from allurabeauty.com

Kembali ke eyeliner pensil. Ada 2 macam eyeliner pensil. Pertama yang bentuknya seperti pensil biasa (yang dua fotonya ada di atas), kedua adalah pensil mekanik/otomatis yang menyerupai krayon dengan penyerut otomatis berupa bukaan menyempit di ujung wadahnya. Mekanisme peruncingannya adalah dengan memutar bagian gagang/bawah wadahnya seperti di foto di kanan ini. Sebaiknya hati-hati untuk tidak mengeluarkan produk terlalu banyak, karena mungkin akan sukar dimasukkan kembali dan akan mudah patah.

Aku punya beberapa merk favorit, seperti NYX Slide On Eye PencilUrban Decay 24/7 Glide On Eye Pencil, dan MAC Pearlglide Intense Eyeliner. Sebagian sudah ada di toko di Jakarta. Sebagian besar kukenal dari Female Daily dan belinya pun pre-order. Semua eyeliner pensilku adalah yang bentuknya seperti pensil biasa, aku tidak suka eyeliner pensil yang mekanik karena tidak bisa dibuat runcing. Kalau akan bepergian, aku selalu pastikan semua eyeliner pensil sudah runcing 😀

Bagi kamu pengguna eyeliner pensil, merk, jenis & warna apa yang paling kamu suka? Apakah itu produk buatan Indonesia?

8 Comments

  1. danti

    February 5, 2013 at 7:48 am

    aku biasanya pake eyeliner pensil wardah atau stylo-nya oriflame 🙂 kalo yang bentuknya kaya spidol semudah pensil, dengan intensitas seperti yang cair.. karena aku belum bisa pake yang cair juga sih sebenernya, hehehe.. tfs, litaa!

    1. Lita

      February 5, 2013 at 8:30 am

      Aku – walaupun belum pernah nyoba- berpikir bahwa eyeliner model spidol tidak seintens yang cair lho, mbak. Karena lihat teman yang pakai, sih. Dan mungkin yang dibandingkan juga, kan tidak semuanya sama hehe…
      Pensil Wardah empuk, ngga? Waterproof?

  2. difa

    June 25, 2013 at 8:27 pm

    di mana si beli eyeliner yg bagus warnanya

    1. Lita

      June 26, 2013 at 12:40 pm

      Datang ke toko/booth kosmetik saja. Banyak kok 🙂

  3. yosi

    April 30, 2014 at 4:20 pm

    Aq punya pencil eyeliner MAC, tapi gimana cara keluarin nih, diputar gagang nya pun gak mau muncul.. Pliissss masukan nya dunk..

    1. Lita

      May 3, 2014 at 7:19 am

      Halo mbak Yosi. MAC-nya Technakohl?
      Kalau baru beli, ditukar saja ke gerai MAC, mbak.
      Lainnya pensil biasa yang diraut.

  4. Anyque

    August 3, 2017 at 4:44 pm

    belinya dimana yaa eye liner model spidol or pensil begitu..? ada nomer hp yg bisa dihubungi gak..?

    1. Lita

      August 8, 2017 at 1:14 pm

      Di toko online banyak, kok 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.