Kasta Pengendara: Mental

Kalau belajar mengemudi mobil, mottonya adalah defensive driving. Lha itu kalau pengguna sepeda motor, diajarinya mungkin aggressive driving? Jauh lebih sulit mengalah, sebisanya menyalip, kalau perlu contra flow. Sebisanya jangan sampai berhenti. Mobil sudah berhenti supaya pejalan kaki bisa menyeberang atau mendahulukan kendaraan dari arah berlawanan, pengendara motor menyambar dari sisi kanan-kiri mobil.

Menurutku ini bukan tentang kasta kendaraan yang dimiliki maupun kasta ekonomi (sudah makmur pun bisa tetap punya mental miskin & menderita, kok). Tapi kasta mental pengendara. Tentunya, tidak semua pengendara motor demikian. Seringnya yang dialami ya begitu. Kamu jangan begitu, ya. Jalan milik bersama, kok.

*diilhami oleh pengen nggaplok pemotor yang nyaris nabrak penyeberang jalan sementara mobil-mobil sudah berhenti. “Zebra cross, woy!*

1 Comment

  1. Cuma Orang Kaya yang Sanggup | BananaTalk

    May 21, 2013 at 3:46 pm

    […] Kaya dan miskin yang kumaksud tidak selalu linier dengan materi dan kemampuan finansial atau level ekonomi. Sering lihat mobil mentereng tapi kelakuan seperti angkot yang merasa jalanan punyanya dia, seenaknya saja, toh yang lain bisa atur diri sendiri di belakang. Jadi bukan tentang jenis kendaraan yang mampu dibeli, tapi tentang sikap mental. […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.