Sebagai yang tidak teratur berolahraga, malah ogah-ogahan dan angin-anginan, memiliki tubuh ideal adalah impian yang jauh panggang dari api. Ngarep doang, usahanya dilakuin kagak. Yang tampak lebih mudah adalah mulai dari makan. Karena prinsip perbedaan berat badan = kalori masuk – kalori keluar. Kalau berat badan segitu-gitu aja ya berarti karena impas antara kalori masuk dan keluar.

Not me. But I have keenness to food now.
I have keenness like this now. (credit to hasnafranda.com)

Berhubung sudah terbiasa dengan porsi seadanya dan berhenti saat kenyang (ngga ngemil), maka pilihan ‘makan lebih banyak’ ini menyiksa. Merasa bersalah sekali kalau sudah kenyang tapi tetap makan. Tubuh tersiksa karena begah, mental juga tersiksa karena ‘rasanya gak bener’. Sedikit-sedikit naikkan porsi, tidak drastis. Naik sih berat badannya. Alhamdulillah.

Lalu adopsi motto baru. “Kalau ditawari makanan, jangan menolak.” Ya tentu dengan catatan bahwa makanannya halal. Ini menyenangkan hati orang yang menawari makanan juga, walaupun hanya sedikit yang diambil.

Kemudian lakukan kebiasaan baru. Makan lebih cepat. Aku dikenal dengan ‘yang makannya lama banget’. Orang lain sudah ngobrol ngalor ngidul, makananku belum habis. Karena biasanya kalau aku bicara, makanku berhenti. Lha kalau hanya berdua atau bertiga lalu ngobrol intens, masa biarkan yang lain ngomong melulu? Jadilah makanku lama. Sebelum makanan habis, alarm ‘kenyang’ sudah menyala. Dan kalau sudah kenyang, berhentilah makan.

Taken from Wisegeek.com
Taken from Wisegeek.com

Kalau makannya cepat, lebih banyak makanan yang bisa masuk sebelum alarm berbunyi. Tetap harus diukur sih, karena toh bukan lomba makan. Dan bukan dengan maksud mubazir. Jadi ketika tubuh sudah bilang kenyang, turuti saja. Berhenti makan. Dipaksa hanya akan memberi beban lebih. Dan tubuh jadi letih dan ngantuk karena harus bekerja ekstra mencerna makanan di luar porsi yang dibutuhkan.

Sekarang, bahkan dengan ngobrol pun, aku bisa selesai sama gegasnya dengan yang lain. Ada perubahan? Ada. Awal tahun 2015 ini berat badanku 47 kg. Sekarang sudah 52 kg. Sudah masuk batas ideal-normal. Saatnya berhenti nambah dan mulai mempertahankan.

Tentu saja mau bagaimanapun berat badan, asupan gizi harus diperhatikan. Seimbang antar jenisnya itu penting. Dan seimbang itu berarti sesuai porsi kebutuhannya, bukan sama jumlahnya. Yuk!

Tips Menaikkan Berat Badan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *