Ngapain juga sex education segala. Saya sekeluarga ngga pernah dapet sex education juga besarnya normal aja, ngga jadi gay.

Luar biasa. Saya ngga ngerti apa yang dimaksud, apatah lagi yang membuat orang ini berkata begini. Tapi ya sudahlah.

Maunya ‘ya sudahlah’, tapi lihat banyak komentar lain ternyata senada, tak urung pening juga.

Menurutmu sex education perlu tidak? Menurutku pendidikan seks (sebagai salah satu tema belajar anak manusia) perlu.

Seks itu naluriah. Buat apa ada sex education?

Tapi sex education itu bukan ngajarin bagaimana berhubungan seks… *makin pening*

Lagipula, situ yakin pasangan situ puas? *sekalian*

Seks itu Naluriah

4 thoughts on “Seks itu Naluriah

  • July 1, 2016 at 6:28 pm
    Permalink

    Halo mbak Lita, selamat ya dengan rumah (domain) barunya 🙂
    Anak murid kami ada yang bertanya tentang sex education, awalnya dia kira sex education itu ngajarin cara berbuat ya 🙁 bisa begitu !
    itu mah makasutra 😛

    Reply
    • July 3, 2016 at 8:33 pm
      Permalink

      Sepertinya orang dewasa juga belum banyak yang mengerti tentang pendidikan seks. Tahunya ‘how to do sex’ dan mengira itu sama 🙂

      Terima kasih sudah mampir ke rumah saya ^^

      Reply
  • October 21, 2016 at 9:37 am
    Permalink

    *ngakak baca kalimat terakhirnya*

    Jadi inget di Twitter beberapa hari lalu sempet ada user marah-marah kenapa tampon digratisin. “It’s your bladder. You should be able to control it!”

    And there was this collective silence of disbelief from Twitterverse.

    Abis itu anak kicik dimaki-maki sak Twitter. Ditanyain ngerti ga bedanya kandung kemih, saluran kencing, anus, dan vagina. Si anak, defensive as ever, bilang “LOL gw ga mau ngurusin kalian, gw mending jalan sama cewek gw.”

    “Cewek gw”. Yeah riiiite.

    Your girlfriend. Your totally real girlfriend. Your breathing living girlfriend. Your normal girlfriend with her period.

    Your “girlfriend”.

    Ketika pendidikan seks direduksi pemahamannya sebagai “ih ngajarin esek-esek tuh!” memang udah lah jadi sulit pula di masyarakat akhirnya.

    Reply
    • October 21, 2016 at 2:47 pm
      Permalink

      … Kenapa tampon digratisin trus dia yang marah?…
      Dikira tampon sama kaya kondom, kali?
      Lha tapi… ah sudahlah.
      Ya tapi kalo yang ngerti pada ‘ah sudahlah’ semua, yang ribut-ribut malah yang ngga ngerti, gimana juga, ya… -_-”

      Oh, iya. Hore, rumah baru! ?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *