Sweet Brown-Eye

Beberapa hari lalu, setibanya dari Bandung, kakanda terlihat lelah sekali. Setelah wudhu dan ganti baju, langsung rebah deh di kasur. Lalu aku iseng bertanya, "Mas, baca tulisan Ita kemaren?". Dia cuma diam lalu menelungkupkan kepalanya di bantal. "Ih, ditanya kok

Kekalkan cinta

Ketika kalimat sakral itu telah terucap, tak sadar tubuh ini gemetar. Kucari ketenangan, kucari genggaman. Dan untuk pertama kali, kusentuh kulitnya dan kusisipkan jemari di bawah telapak tangan kokoh itu. "It’s OK.. udah selesai kok", ujarnya sambil menggenggam tanganku. Dan

“Would you be my wife?”

Seseorang yang kukenal itu sangat menikmati kesendirian dan sepi. Bukan karena kesepian dan tak punya teman, dia hanya menghargai sudutnya yang sepi untuk merengkuh bahagia dari raut wajah orang-orang yang dicintainya yang tersenyum. Orang-orang tercintanya yang hidup dalam sinar, bercahaya,

Gombaaal!

Suatu malam, di Simpang Dago. "Itu lho mas, Mariana yang bintang iklan. Yang di billboard gede itu!", kataku sambil nunjuk ke papan iklan samping PusAir. "Cantik kan?", kataku lagi. Dan apa jawaban kakanda? "Ngga ah, cakepan Ita." Bwahahahaha…. I burst

Ketika Cinta Menyapa

Ketika cinta menyapa Lama kumengenalmu, dari jauh saja Yang tampak di mataku, bijak & tulusmu Kukagumimu, dalam diam saja Dan ketika hati rapuh ini tersandung dan jatuh, kebaikan yang kau tunjukkan menjadi segala Tak kuhiraukan pedihku, ku berharap lagi Cemas..