Sudah pernah menulis tentang air kangen ini sekilas di sini tahun 2013, tapi sepertinya perlu ditulis lebih panjang. Air kangen ini bukan kangen yang berarti rindu, ya. Tapi kan-gen . Tidak berhubungan dengan kenangan dan tidak akan mengobati rasa yang pernah ada… #eh

Air alkali dan air ion (ionised water)

Pada dasarnya air kangen dan berbagai merk lain adalah air alkali, larutan bersifat basa yang dihasilkan oleh proses elektrolisis air (biasa). “Bukan larutan alkali, dong. Air alkali!” Air itu H2O. Air adalah pelarut universal. Banyak yang dapat terlarut di dalam air. Jadi biasanya air itu tidak murni. Dalam kondisi air sudah dielektrolisis, lebih banyak kandungan ion terlarutnya daripada air biasa. Jadi ya bisa disebut larutan.

Elektrolisis adalah proses penguraian air menjadi unsur-unsurnya (yaitu hidrogen dan oksigen) dengan cara dialiri listrik DC. Pada rancangan yang lebih rumit yang akan berbeda adalah elektroda yang digunakan, wadah yang dipakai, pemisahan antara masukan dengan keluaran (produk) dan lain-lain. Tapi reaksi kimia dasarnya akan sama:

  • Anoda (tempat terjadinya reaksi oksidasi): 2H2O –> O2 + 4H+ + 4e
  • Katoda (tempat terjadinya reaksi reduksi): 2e + 2H2O –>  H2 + 2OH¯

Air alkalinya yang mana? Air alkalinya adalah air yang mengandung ion OH- (lebih banyak daripada H+) di sekitar katoda. Berlawanan dengan itu, di sekitar anoda adalah ‘air asam’.

Manfaat kesehatan

Yang menjadi istimewa adalah jargon manfaat kesehatan yang dibawa oleh produsen mesin elektrolisis air ini (sering disebut water ioniser atau water reducer -pereduksi air dalam konteks ini). Konon air alkali dapat mencegah proses penuaan, dan seperti terapi dengan baking soda, membawa manfaat luar biasa dan dapat menyembuhkan penyakit.

Lalu airnya menjadi ion? Kan water ioniser? Hmm… ya, dan tidak. Air ya tetap air, H2O. Sebagiannya memang diubah menjadi H+ dan OH-, namun tidak kemudian air berubah menjadi ion H2O- (lalu disambungkan dengan teori khasiat anion (ion negatif) untuk kesehatan) atau ion H2O+. Air jadi mengandung ion.

Kalau air mengandung ion saja sih air keran juga mengandung ion, kok. “Ya tapi kan kotor, tidak bermanfaat kesehatan.” Ya… memang, sih. Hanya ingin bilang bahwa ‘ionised water’ itu tidak serta-merta berarti bermanfaat lebih baik daripada air biasa. Mengandung lebih banyak ion, mungkin. Belum pasti juga.

Boost your immune system. (Or not). Salah satu keunggulan air alkali untuk kesehatan katanya adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tulisan tersebut mengulas singkat bahwa sistem kekebalan tubuh adalah kesetimbangan yang peka. Jika kurang kuat maka kita akan sakit karena infeksi (dari luar tubuh), jika terlalu kuat maka kita akan sakit karena diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri (autoimmune disease).

Untungnya, air alkali hingga saat ini tidak terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kekebalan tubuh. (Kalau iya dan signifikan kan repot juga.)

Pseudoscience

Terkadang untuk memperkuat kesan keunggulannya, terjadi semacam pembelokan fakta ilmiah.

Misalnya, mengutip dari Enagic, pembuat mesin elektrolisis ini:

Reverse Osmosis is a filtering process which may be effective in areas that do not receive municipally treated water and is commonly used in bottled water facilities. The problem with this process is that dangerous chemicals like pesticides, herbicides, and chlorine are molecularly smaller than water and can pass freely through the filter. Reverse osmosis removes healthy, naturally occurring water minerals.

Pertama. Molekul air dipastikan lebih kecil daripada pestisida dan herbisida. Molekul air hanya terdiri dari 3 atom: 2 atom hidrogen (atom terkecil dibandingkan dengan unsur lainnya) dan 1 atom oksigen. Pestisida dan herbisida adalah senyawa kompleks, yang berat molekulnya saja berlipat-lipat kali daripada air. Tidak mungkin ukurannya lebih kecil daripada air sehingga dapat lolos dengan mudah dari penyaring. (Lho, jadi molekul airnya tersaring? … )

Kedua. Proses reverse osmosis dikatakan dapat menyingkirkan mineral alami air yang menyehatkan. Jika menurut klaimnya pestisida dan herbisida bisa lolos dari saringan, maka mineral juga bisa lewat. Mineral itu apa? Senyawa yang secara alami ada di alam, biasanya berbentuk kristal campuran banyak senyawa. Kalau kamu datang ke museum geologi, nah kamu akan temukan sangat banyak mineral dipamerkan.

Bottled water can also be slightly acidic, which may affect your body’s pH balance.

Tidak, seperti saya bahas sebelumnya, tubuh punya mekanisme pengendalian terhadap keasaman. Minum jus jeruk tidak akan membuat tubuhmu menjadi asam, kok. Seperti halnya minum air sabun tidak akan membuat tubuhmu menjadi basa.

Air murni bukan penghantar arus listrik yang baik. Karena itu supaya dapat dielektrolisis biasanya ditambahkan garam/mineral agar daya hantar listriknya menjadi lebih baik. Rupanya pembuat mesin ini menyertakan paket garam/mineral aditif yang dikatakan memiliki khasiat tertentu untuk dijual bersama mesinnya. Yang sebetulnya fungsinya sekadar supaya air menjadi memiliki daya hantar yang cukup supaya proses elektrolisis bisa berjalan.

Mesin elektrolisis yang didesain untuk skala rumahan ini awalnya populer di Jepang dan negara ‘timur’ lainnya sebelum merambah ke barat. (Apalah timur dan barat, toh dunia bulat… #eh)

Menulis klaim ya suka-sukanya yang membuat klaim, sih. Tampaknya sasarannya memang orang-orang yang tidak ‘ngeh’ dengan ilmu kimia dasar. Ini yang jadi alasan penting mengapa belajar (kimia) itu penting.

Tidak terbatas pada kimia, biologi atau fisika, tentunya. Tapi seringnya kalau sudah berkaitan dengan kesehatan (dan ideologi), maka orang akan lebih mudah tergerak (untuk merogoh kocek). “Ngga apa-apa mahal, yang penting sehat!” Lalu penjualan ‘superfood’, alat-alat olahraga yang katanya efektif membakar lemak, alat-alat detoksifikasi, dan lain sebagainya laris dengan berbekal secuil kimia di sini, sejumput biologi di situ, ditambah taburan fisika.

Jangan buat aturan sendiri…

Tetap merasa paling absurd dengan anjuran menambahkan jeruk nipis (atau lemon, atau lime) ke air minum supaya airnya lebih sehat karena basa. Saya tidak akan bosan mengingatkan bahwa rasa disebabkan oleh kandungan zat. Jadi kalau rasanya masam ya karena ada asam. Rasanya metalik ya karena ada kandungan logam.

Tentu saja ada penjelasan “Jeruk nipis (atau lainnya) itu basa karena setelah bereaksi dia akan membentuk basa, bukan dilihat dari sebelum bereaksi” atau variasi sejenisnya. Tapi kita tidak bilang biru itu ungu karena jika bercampur dengan merah dia akan menjadi ungu. Kita juga tidak bilang oksigen itu air karena jika bereaksi dengan hidrogen maka dia akan membentuk air. Dan tentu kita tidak akan bilang air alkali itu asam karena jika masuk ke lambung dan bercampur dengan asam lambung dia akan menjadi asam. (ups)

Jika ingin pakai istilah ya gunakan dengan definisi awalnya, sesuai ranahnya, tidak membuat definisi baru sesukanya sendiri.

Iya, saya dulu punya kebiasaan menambahkan irisan lemon ke air minum. Tapi dengan alasan yang sama sekali berbeda: saya jarang minum (air putih), dengan air yang ada rasanya saya jadi terdorong untuk minum lebih banyak. Faktor malas, bukan karena kimia-kimiaan.

Saya punya alasan yang sama dengan Stephen Lower, profesor emeritus dari Simon Fraser University, Department of Chemistry, yang merangkum berbagai pseudosains di AquaScams.

Why do I waste my time on this stuff? Chemistry is my favorite subject, and I hate to see it misused to confuse, mislead or defraud the public.

 

P.S.

Kalau berminat dengan PDF-nya namun tidak dapat mengakses jurnal yang ditautkan, silakan tinggalkan pesan di kolom komentar.

Kangen water
Tagged on:                                     

8 thoughts on “Kangen water

  • October 29, 2016 at 7:46 pm
    Permalink

    Mba 2 artikel terakhir sangat bermanfaat….aku mau menyimpulkan sekaligus bertanya….semoga mba bersedia menjawab 🙂

    1) air kangen dan gak kangen manfaatnya sama saja?
    2) air minum dengan perasan lemon manfaarnya hanya akan membuat kita minum lebih banyak krn air menjadi ada rasanya?

    Reply
  • October 29, 2016 at 7:51 pm
    Permalink

    Request dong mba….bahas mengenai:

    1) Sabun home made yg katanya alami, lebih aman dari sabun ber merk yg di tv
    2) Keramas tanpa shampo (no poo) yg katanya lebih baik dan aman untuk kesehatan
    3) deodoran yg aman untuk ketiak (saya pakai jeruk nipis karena khawatr dgn efek samping deodoran yg terkenal di tv)

    Terimakasih

    Reply
  • October 29, 2016 at 10:38 pm
    Permalink

    Dear Sarah,
    Usulan ditampung, ya. Terima kasih banyak sudah mampir & membaca 🙂
    Untuk pertanyaannya:
    1. Cairan dan padatan yang alkali, netral atau asam, kalau masuk lambung ya jadi sama pH-nya: asam. Manfaatnya? Kita minum untuk memenuhi kebutuhan air kan, ya? Ya air saja cukup untuk orang normal dan tidak memiliki masalah kesehatan.
    2. Tidak tahu. Saya tidak suka ‘air putih’. Ini bukan hal yang baik, maka saya mengakalinya dengan itu supaya saya lebih banyak minum. Bukan berlandaskan azas manfaat. Yang jelas, konsumsi berbagai buah itu baik.

    Reply
  • November 16, 2016 at 8:03 pm
    Permalink

    request juga keramas tanpa shampoo…lagi pengen coba tp nda pede

    Reply
  • November 17, 2016 at 3:16 pm
    Permalink

    Kangen ini detok banget, temen ku minum seminggu dan tiap hari mules mules kotoran keluar semua

    Reply
  • Pingback: Meniup Makanan dan Pembentukan Asam Karbonat – BananaTalk

  • April 28, 2017 at 12:26 pm
    Permalink

    Baru ngeh saya setelah dijelaskan si paragraf awal tentang definisi Kangen Water :D. Saya pikir ini apa untuk kepentingan promosi pakai nama-nama yang berhubungan dengan perasaan, hé hé..
    Ternyata sejenis minuman kesehatan, tho..

    Reply
    • May 2, 2017 at 5:27 pm
      Permalink

      Ya air minum aja, sih. Cuma sifatnya alkali. Gitu thok :p

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *