Keprihatinan 4 Lembaga Peduli ASI

Pemuatan press release ini di bananaTalk terbilang terlambat. Tapi tidak apa-apa. Semoga jadi penyemangat lebih supaya saya lebih aktif lagi menulis.

Pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Seimbang sebagai Solusi Kenaikan Harga Susu

JAKARTA, 12 Juli 2007 – Empat lembaga peduli air susu ibu (ASI) menyampaikan keprihatinan mereka terhadap terganggunya asupan nutrisi bayi dan anak karena kenaikan harga susu. Hal ini tidak perlu terjadi kalau saja masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan tepat mengenai kebutuhan nutrisi bayi dan anak.

Mercy Corps, Sentra Laktasi Indonesia (Selasi), Yayasan Orangtua Peduli (YOP,) dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengajak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak secara sempurna dengan memberikan ASI setidaknya hingga usia 2 tahun dan makanan sehat seimbang. Dengan hal tersebut, penambahan susu sapi dalam konsumsi sehari-hari bukan menjadi hal yang utama.

Dr. Fransiska Mardiananingsih, MPH dari Mercy Corps menyatakan, “Terlepas dari promosi pemberian ASI yang terus dilakukan Departemen Kesehatan dan berbagai lembaga non-pemerintah, akses kepada informasi yang tepat mengenai ASI dan makanan seimbang memang perlu diperluas. Karena itu kami menghimbau masyarakat untuk menyebarluaskan informasi dan memberikan dukungan yang diperlukan orang tua, khususnya para ibu, untuk memberikan ASI secara tepat.”

Dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC dari Selasi menjelaskan, “Yang terbaik adalah tetap memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan dan setelah itu diberikan dengan makanan pendamping ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. Teknik relaktasi adalah solusi bagi para ibu untuk kembali menyusui bayinya.”

Pendiri YOP dan dokter anak, Dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPaed menambahkan, “Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung pemberian nutrisi seimbang tanpa susu formula bagi bayi dan anak. Yang terutama, berikan makanan buatan rumah dengan bahan segar alami yang ada di sekeliling kita. Susu bukan lagi merupakan makanan utama bagi anak di atas usia 1 tahun, melainkan hanya salah satu asupan kalsium. Kita bisa memperoleh kalsium dari banyak sumber seperti ikan, telur, keju, yoghurt, tahu, brokoli.”

Wakil Ketua AIMI, Rahmah Housniati menegaskan, “Kami yakin apabila para ibu memberikan ASI, maka kenaikan harga susu ini tidak akan berpengaruh sama sekali. Inilah yang kami alami saat ini.”

Ke-4 lembaga peduli ASI sangat mengharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai ASI dan makanan seimbang, serta memberikan ASI dan makanan seimbang yang mudah, sehat dan terjangkau untuk pemenuhan gizi anak.

Untuk informasi lebih lanjut, sila hubungi:

Mercy Corps
Dr. Fransiska Mardiananingsih, MPH
Jl. Kemang Selatan I no. 3 Jakarta 12730
Tel: (021) 719 4948
Email: fningsih@id.mercycorps.org

Sentra Laktasi Indonesia
dr. Utami Roesli, SpA,MBA, IBCLC
Jl. Tebet Utara 1F No. 12 Jakarta Selatan
Tel: (021) 8379 5168
Email: tamiroes@gmail.com

Yayasan Orang Tua Peduli
dr. Purnamawati S Pujiarto SpAK,MMPed
Komplek PWR Jl. Taman Margasatwa No. 60
Jakarta 12540
Tel: (021) 780 0271
Email: purnamawati.spak@cbn.net.id

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia
Rahmah Housniati
Graha MDS Lantai 4, Pusat Niaga Duta Mas Fatmawati Blok B1/34, Jl. RS Fatmawati No. 39
Jakarta 12150
Tel: (021) 7279 0165
Email: kontak@aimi-asi.org

* Sumber: Website resmi grup Sehat, press release 4 lembaga peduli ASI

18 Comments

  1. rd Limosin

    July 21, 2007 at 10:54 am

    iya ya… bingung mo 4 sehat 5 sempurna tapi susu naek

    jadinya 4 sehat 5 sampoerna (bukan iklan rokok neeh)

  2. imcw

    July 21, 2007 at 11:22 am

    sayangnya masih banyak rumah sakit yang tidak mengindahkan pemberian langsung ASI pasca kelahiran…entah apa sebabnya…

  3. Evi

    July 23, 2007 at 9:01 am

    alhamdulillah sejak 3 bulan lalu nasywa minum susu UHT/pasteurisasi dan tidak minum susu formula lagi….
    jadi harga susu formula naik, saya tidak kena efeknya hehehe….

  4. aione

    July 26, 2007 at 10:50 am

    mbak aku punya pengalaman lho, ceritanya aku kampanye dilingkungan temen-temen kerjaku tentang keunggulan ASI, ada sich yang tertarik untuk relaktasi, tapi ada satu komentar yang bikin aku agak sebel, seseorang yang lumayan punya pengaruh di tempat kerjaku bilang, kalo pake ASI nanti bayinya kecil kalo anak mau tinggi pake susunya merk (S**)nanti anaknya cepet besar dan pintar, terus aku cuma bilang wah … kalo ada susu formula yang bikin anak jadi pintar, aku mau tanya pak Habibi deah, dulu beliau minum susu apa bisa pintar kaya gitu? trus aku pergi dech sambil lumayan sebel, nah… ternyata masih banyak banget lho yang punya pemahaman yang salah tentang pentingnya pemberian ASI. tapi… aku tetap yakin koq ASI tetap yang terbaik. SEMANGAT !!!!

  5. felicia

    July 26, 2007 at 12:24 pm

    Alhamdulillah jg, anakku penuh disusui sampai 2tahun (sesekali disambil UHT). Sekarang ini sudah mau disapih, menyusuinya malam hari saja…(Tapi gpp ya Mbak Lita ya, masih terus diumurnya yg 2 th 2 bulan ini?)

    1. Lita

      July 26, 2007 at 12:58 pm

      Ngga papa, mbak Fel 🙂
      Disarankan sampai 2 tahun, kalau mau diteruskan juga baik. Kandungan ASI menyesuaikan keperluan anak kok 😉
      Tidak ada ‘kualitas ASI sudah jelek’, yang ada adalah kebutuhan anak yang sudah lebih besar daripada yang bisa ditunjang ASI.
      Selamat menyusui 🙂

  6. rina rinso

    August 1, 2007 at 10:17 am

    Alhamdulillah aku bisa ngasih ASI ke Nadya dan sekarang Ivan. Trus dulu Nadya juga gak mau sufor.

  7. de

    August 6, 2007 at 12:50 pm

    masih lecet nih abis digigit Fayra. Ini aja baru 3 giginya…gimana kalo udah lengkap yah. Semoga Fayra kebagian ASI seperti Rafa yang sempat 20 bulan nenen langsung. hehehe

  8. dokterearekcilik

    August 7, 2007 at 10:07 pm

    Bagus tulisan lita tentang ASI….. emang susah memasyarakatkan ASI karena promosi pabrik susu lebih joss dibanding promosi ASI. Termasuk promosi ke bidan, dokter dan termasuk dokter anak juga … malu mode:ON.
    Tapi emang usaha promosi ASI harus lebih gencar lagi ….. ayo ibu-ibu bantu dooong

  9. osinaga

    August 30, 2007 at 8:44 am

    mbak lita mau nanya nih..gimana menyiasati bayi yang susah sendawa sehabis minum ASI? karna kalo belom sendawa biasanya si kecil suka gumoh.. mohon pencerahannya .. makasih ya.

    1. Lita

      September 1, 2007 at 8:55 am

      Posisi menyandawakan kan macam-macam, ya. Bisa digendong tegak, didudukkan atau ditengkurapkan di pangkuan. Tepuk-tepuk dan tunggu saja.
      Ada bayi-bayi yang bisa cepat bersendawa, sementara ada juga yang butuh waktu lama. Kalau termasuk yang lama bersendawa, biasanya ya cukup ditunggu. Tidak bisa dipaksakan 🙂
      Semoga membantu.

  10. Agus Mardhika

    September 17, 2007 at 8:46 am

    Seharusnya pihak rumah sakit juga dilibatkan dalam hal ini dan bertanggung jawab, karena waktu anak kami lahir, langsung oleh para suster diberikan “sufor” tanpa bertanya terlebih dahulu kepada orang tuanya dan saya yakin pihak rumah sakit pastilah sudah tau akan hal ini, dan ini pasti ada permainan antara produsen/marketing dengan pihak rumah sakit. dan begitu kami pulangpun kami juga dibekali susu ukuran 1kg dengan merk tertentu. dengan harapan dengan susu gratis tersebut maka orang tua akan memberikan susu tersebut kepada bayi dan membeli lagi peroduk tersebut..

  11. lina

    October 2, 2007 at 7:38 pm

    Mbak Lita,

    mohon saran darimu or teman lain.
    urgent nih :
    aku berniat memberikan asi pada anak keduaku sampai 2 tahun (kalau ekslusif 6 bulan sih, insya Allah masih dalam proses -sebulan lagi-).

    masalahnya, aku harus menjalani operasi jantung (lebih tepatnya : bedah jantung untuk implan klep). Operasi besar. Menurut dokter, tentu saja operasi tersebut makin cepat makin baik untuk dilakukan. Saat itu dokter memberikan batas waktu, tidak lebih dari 6 bulan (saat usia anak saya kira-kira 10 bulan).

    Trus, gimana ya, dengan tekad menyusui selama 2 tahun itu ya? Karena menurut dokter, masa pemulihannya bisa sebulan-an. Dan selama masa pemulihan tersebut, tentu akan sulit untuk menyusui langsung maupun memerah (karena bedah torax).

    Jadi gimana nih.. Antara tekad ingin segera sembuh dari masalah jantung, tapi juga tekad ingin menyusui sampai 2 tahun.

    Bagaimana dengan relaktasi? Apakah bisa, setelah sebulanan tidak ada sama sekali rangsangan? Dulu pengalaman anak pertama, hanya berhenti menyusui sehari saja, mulainya lagi susah sekali, dan akhirnya berhenti sama sekali.

    Help ya rekans..
    Kutunggu segera nih. Soalnya jadwal operasinya kian dekat.

    Thanks lot before..

  12. Titin Wartini

    July 26, 2008 at 4:49 pm

    Terimakasih banyak pada bu dr Utami…tadi pagi telah memberi penjelasan tentang inisiasi menyusu dini di Majalengka.Saya sebagai seorang bidan sangat setuju sekali dan mendukung program ini,saya juga ingin sekali berpartisipasi aktif dalam kampanye ini! Kalau boleh tanya berapa hari pelatihannya? bayar gak? Kebetulan saya sedang melanjutkan sekolah di Jakarta…jadi kapan-kapan bisa mampir ke Tebet…terimakasih

  13. Ike Nilawati M.Pd

    September 17, 2008 at 4:34 pm

    Ass
    Terkesan dengan seminar penting nya ASI pada acara nujurul Quran di Depag ( KanWil ) selasa tgl 16 September 2008 oleh dokter Utami dari RS Carolus.
    Dok saya ingin sekali mendapat materi dan vidio nya Bisa? Boleh di email ke alamat email saya . Terimakasih.

    1. Lita

      September 18, 2008 at 3:05 pm

      Mbak Ike, monggo mampir ke website AIMI di http://aimi-asi.org 🙂
      Atau langsung saja bertanya ke RS Carolus.

  14. uchie

    November 18, 2009 at 8:56 pm

    memang bener asi lebih bagus dari yang lain
    tapi sayang para ibu sekarang lebih tergiur dengan
    penayangan iklan di tv…:)

  15. dewi

    November 30, 2009 at 8:40 am

    iya, ASi memang yang paling baik untuk bayi..bayi kita kan bukan bayi sapi..kenapa juga masih banyak orang yang kasih susu sapi keanaknya, kalau mereka bisa memberikan susunya sendiri kepada sang anak?

Leave a Reply to Titin Wartini Cancel

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.